Rabu, 25 Maret 2015

Fort Caroline, Benteng Perancis Yang Hilang Abad Ke-15 Berada Di Georgia


2014
Fort Caroline adalah sebuah benteng koloni Perancis di Amerika yang dibangun pada tahun 1564 dibawah pimpinan Rene de Goulaine Laudonniere, digunakan sebagai tempat berlindung Huguenot (Protestan Perancis). Benteng ini hanya bertahan satu tahun dan hilang setelah serangan Spanyol pada tahun 1565. Banyak peneliti telah mencari sisa-sisa Fort Caroline selama lebih dari 150 tahun tetapi tidak menemukan bukti apapun, dengan kata lain bahwa benteng ini telah hilang.
Mungkin studi ini akan merangsang penulisan lembaran baru sejarah Amerika pada saat kolonisasi awal Dunia Baru. Dua peneliti menyebutkan bahwa mereka mengusulkan lokasi tertua dibentengi pemukiman yang pernah ditemukan di Amerika Utara. Dalam sebuah konferensi internasional 'La Floride Française: Florida, France, and the Francophone World' di Florida State University, pasangan ini mengumumkan sebuah benteng yang telah lama dicari dan dibangun oleh Perancis pada tahun 1564.

Pertempuran Spanyol Dan Perancis Di Fort Caroline

Rene de Goulaine Laudonniere mendapat peritah untuk membawa sekitar 200 koloni baru ke Florida dalam sebuah ekspedisi tahun 1562. Mereka membangun benteng pada tanggal 22 Juni 1564 di St Jhons Bluff, Raja Charles IX dari Perancis memberi nama benteng sebagai Fort Caroline (Fort de la Caroline). Tetapi selama lebih dari satu tahun, koloni Perancis dilanda kelaparan, serangan suku Indian, adanya pemberontakan, dan hal ini menarik perhatian Spanyol untuk mengambil alih wilayah tersebut.
Pada tahun 1565, Ribault dibebaskan dari tahanan Inggris dan Coligny mengirimnya ke Florida. Akhir Agustus dia tiba di Fort Caroline dengan membawa ratusan tentara dan pemukim untuk mengambil alih komando disana. Don Pedro Menendez de Aviles diperintahkan untuk menghapus pos Perancis dan kapal Menendez tiba dalam beberapa hari. Setelah pertempuran singkat antara kapal Ribault dan kapal Menendez, Spanyol mundur sejauh 56 kilometer ke Selatan dimana mereka mendirikan pemukiman St.Agustine. 
Fort Caroline, Benteng Perancis
Ribault mengejar pasukan Spanyol dengan beberapa kapal dan sebagian besar pasukannya, tetapi badai laut berlangsung selama beberapa hari. Semua kapal Ribault tenggelam selama terjadinya badai di selatan, banyak kapal Perancis yang hilang, Ribault dan beberapa pelaut lainnya terdampar sehingga memaksanya untuk menyerah kepada Menendez. Menendez kemudian mengeksekusi Ribault dan ratusan Huguenot yang sekarang dikenal sebagai Matanza Inlet.
Spanyol menghacurkan Fort Caroline dan membangun benteng baru ditempat yang sama. Pada April 1568, Dominique de Gourgues membawa pasukan Perancis dan menyerang koloni Spanyolkemudian menangkap, membantai tahanan, dan membakar benteng Spanyol, sebagai balas dendam atas pembantaian yang terjadi tahun 1565. 
Benteng ini dibangun kembali oleh Spanyol, tetapi secara permanen ditinggalkan pada tahun berikutnya, dan lokasi koloni yang tepat sebenarnya masih tidak diketahui. Banyak sejarawan masih menduga, apakah Fort Caroline benar-benar ada seperti yang digambarkan dalam catatan sejarah.

Fort Caroline Berada Di Georgia?

Fletcher Crowe mengatakan, temuan lokasi merupakan yang tertua dibentengi pemukiman Amerika Serikat saat ini. Benteng ini lebih tua dari St Augustine, dianggap lebih tua 21 tahun dari Lost Colony of Virginia, lebih tua 45 tahun dari benteng Jamestown, dan di dirikan 56 tahun sebelum pendaratan Massachusetss pada tahun 1620. Pada awalnya, selama lebih dari 150 tahun arkeolog mencari beberapa lokasi keberadaan Fort Caroline. Benteng diduga berada di sebelah timur pusat kota Jacksonville, Florida, ditepi selatan St Jhons River, terletak di timur Jacksonville's Dames Point Bridge yang mencakup sungai. 
Tetapi Crowe dan Anita Spring mengatakan bahwa benteng legendaris Fort Caroline terletak didekat muara sungai Altamaha di Georgia Tenggara.
Temuan Crowe dan Spring menyoroti kehadiran Perancis di Florida Tenggara, hingga hari ini orang-orang Perancis dan Francophone memainkan peran penting. Mereka terbang ke Paris dan melakukan penelitian di Bibliotheque Nationale de France, dimana mereka menemukan peta Fort Caroline yang dibuat pada abad ke-16 dan ke-17. Beberapa peta ditulis dalam pada abad ke-16, berbahasa Latin, Spanyol, dan lainnya ditulis dalam bahasa Inggris.
Peta Fort Caroline
Crowe membandingkan peta Perancis abad ke-16 hingga abad ke-18 yang berada di pantai tenggara Amerika Serikat diterbitkan National Oceanic And Atmospheric Adinistration, dengan peta yang diterbitkan oleh US Geological Survey. Salah satu alasan Fort Caroline berada di dekat Jacksonville karena suku-suku Indian setempat berbicara bahasa Timucuan, yang merupakan bahasa penduduk asli Amerika di Northeast Florida.
Pada tahun 1565, tentara Spanyol dibawah Pedro Menendez menyerang Fort Caroline dan membantai sekitar 143 pria dan wanita yang tinggal disana. The French sempat menerbitkan laporan berita, lokasi puluhan desa Indian berada dekat dengan benteng yang disebut 'French Florida'. Kemudian penelitian Crowe menemukan French Florida pada peta abad ke-16, tepatnya peta yang ditulis pada tahun 1685.
Struktur situs Fort Caroline yang ditemukan membentuk segitiga sama sisi dikelilingi parit dan dinding panjangnya sekitar 800 meter, sama seperti ciri-ciri asli Fort Caroline. French Florida berbentuk oval besar yang membentang dari sungai Santee di Carolina Selatan hingga Marys River, hari ini berfungsi sebagai perbatasan Georgia dan Florida.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar