Senin, 23 Maret 2015

Ledakan Kelahiran Bayi Tertinggi Dunia Antara 500 - 1300 Masehi


2014
Para ilmuwan dari Washington State University telah menggambarkan salah satuledakan kelahiran bayi terbesar dalam sejarah Amerika Utara. Selama berabad-abad ledakan populasi terjadi diantara penduduk asli Amerika barat daya antara 500-1300 Masehi. 
Pada awal peradaban, termasuk perkembangan pertanian dan penyimpanan makanan telah mencapai titik dimana ledakan kelahiran bayi mungkin melebihi yang tertinggi didunia saat ini. Penelitian ini ditulis seorang profesor antrpologi WSU yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi akhir Juni 2014. Menurut profesor Tim Kohler, analisa ini memberi peringatan kepada dunia modern tentang bahaya kelebihan populasi. Kita belajar dari peradaban terdahulu, bagaimana ledakan kelahiran bayi waktu itu diperkirakan jauh lebih besar dari saat ini.

Ledakan Kelahiran Bayi Di Awal Masehi

Seluruh penelitian ini didanai oleh National Science Foundation, studi ini melihat data ribuan jenazah manusia yang ditemukan pada ratusan situs diseluruh Four Corners wilayah Southwest. Sementara banyak fosil telah dipulangkan dan data yang diperoleh disusun secara rinci dari daerah demografi Transisi Neolitik, dimana alat-alat batu mencerminkan transisi pertanian dari pemotongan daging hingga pengembangan gandum.
Situs Pueblo Bonito, ledakan populasi
Tanaman jagung ditanam diwilayah tersebut sejak tahun 2000 SM, dimana pada awalnya populasi lambat berkembang dan mungkin karena rendahnya produktivitas. Tapi sejak peradaban memasuki tahun 400 SM, tanaman yang menyediakan 80 persen kalori dikawasan itu menyebabkan ledakan kelahiran bayi melonjak drastis. Jumlah angka kelahiran bayi per 1000 orang per tahun terus meningkat hingga menjelang tahun 500 Masehi.
Pertumbuhan populasi bervariasi di seluruh wilayah, orang-orang di Gurun Sonora dan Tonto Basin (Arizona) budayanya lebih maju dilengkapi dengan irigasi, lapangan, dan menggunakan gundukan situs dan perumahan keluarga elit. Tetapi tingkat kelahiran bayi lebih tinggi diantara orang-orang yang berada di utara dan timur, di lembah San Juan dan wilayah utara San Juan, dari barat laut New Mexico dan Colorado barat daya.
Masyarakat Sonoran dan Tonto akan mengalami kesulitan menemukan peluang pertanian baru ketika terjadi ledakan populasi anak, karena pertanian jagung memerlukan irigasi. Air beralasal dari saluran mungkin juga mengandung protozoa berbahaya, bakteri dan virus. Tetapi kelompok yang berada di timur laut mampu memperluas produksi tanaman jagung ke daerah-daerah baru disebabkan pertumbuhan populasi.
Sekitar tahun 900 M, populasi masih tetap tinggi tetapi tingkat kelahiran bayi mulai berfluktuasi. Pertengahan tahun 1100-an, sejarah mencatat telah terjadi salah satu bencana kekeringan terbesar di Southwest. Wilayah ini mungkin telah menghancurkan sumber daya dukungan, pertumbuhan penduduk terus meningkat dan sumber daya yang terbatas, sangat mirip dengan teori Thomas Malthus yang memperkirakan dunia industri pada tahun 1798.
Dari pertengahan tahun 1000-1280, semua petani telah melewati konflik berkecamuk diseluruh Southwest utara tetapi ledakan kelahiran bayi masih tinggi. Angka kelahiran bayi tidak melambat, tingkat kelahiran yang berkembang sampai ke depopulasi. Mengapa semua ini tidak membatasi pertumbuhan populasi? Mungkin kelompok sangat membutuhkan agar menjadi suku besar untuk melindungi desa dan ladang mereka.
Populasi Southwest utara setidaknya berkisar 40,000 orang pada pertengahan tahun 1200-an, tetapi dalam 30 tahun kosong dan meninggalkan misteri dikalangan arkeolog. Mungkin tanggung jawab setiap populasi terlalu besar untuk memberi makan dirinya disebabkan perubahan iklim yang memburuk. Orang-orang mulai meninggalkan kelompok dan sulit untuk mempertahankan kesatuan sosial yang dibutuhkan untuk mempertahankan infrastruktur, pada akhirnya menghambat angka kelahiran bayi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar