Rabu, 25 Maret 2015

Lubang Misterius Selebar 70 Meter Di Kawasan 'Akhir Dunia'


2014
Lubang misterius yang ditemukan di Yamalo-Nenets, Semenanjung Yamal mungkin saja disebabkan oleh alien, meteorit, rudal nyasar, atau ledakan gas bawah tanah karena pemanasan global. Setidaknya teori dan pendapat ini telah membumbui temuan lubang misterius selebar 70 meter. Minggu ini, tim ilmuwan dan reporter dari The Siberia Times mangambil gambar fenomenal yang luar biasa dari helikopter, mereka menemukan lubang misterius berukuran raksasa.
Ekspedisi pertama dilokasi kejadian, para ilmuwan baru mengambil gambar-gambar lubang termasuk pola gelap pada tepi bagian dalam. Mereka juga menggunakan gambar satelit Rusia untuk memperbaiki hasil survey ketika lubang terbentuk. Mereka menemukan lubang misteriusberukuran sekitar 70 meter yang memiliki danau es di bawahnya, air mengalir turun mengikis dinding permafrost-nya.

Analisa Lubang Misterius Yamalo-Nenets

Tim ilmuwan yang terlibat tetap bersikeras, bahwa lubang misterius itu merupakan fenomena alam. Ilmuwan mengusulkan studi lebih lanjut untuk memahami pembentukan kawah misterius di danau Studded Yamal, yang diartikan dalam bahasa lokal sebagai 'Akhir Dunia'. Menurut Andrey Plekhanov, seorang peneliti di State Scientific Centre of Arctic Research mengatakan, kawah misterius berbentuk lebih oval daripada melingkar, hal ini membuat tim ilmuwan lebih sulit menghitung diameter yang tepat. Dan sampai sekarang lebar diperkiraan sekitar 30 meter.
Tapi, jika diukur berikut dengan emisi tanah yang disebut tembok pembatas, maka diameter mencapai 60 meter. Ilmuwan tidak mampu membuat jalan ke dasar danau, mereka memasuki lubang utama kedalam kawah. Menurut peneliti, didasar kawah miserius itu 80 persen berisi es yang secara bertahap mencair disebabkan sinar matahari yang menembus lubang, dan ada juga air meleleh mengalir turun dari sisinya. 
Eksplorasi dikeadalam lubang misterius, ilmuwan telah mengambil sampel tanah dan es untuk diuji ke laboratorium. Kawah ini dianggap relatif baru, mungkin terbentuk 1 atau 2 tahun lalu. Dua musim panas sebelumnya yang terjadi pada tahun 2012 dan 2013 relatif panas dikawasan danau Yamal, mungkin cuaca ini telah mempengaruhi pembentukan kawah. Teori terbaik untuk saat ini, lubang misterius terbentuk oleh sesuatu yang berasal dari kekuatan internal, dan bukan eksternal.
Ilmuwan mengatakan dengan pasti bahwa dibawah pengaruh proses internal terdapat dorongan permafrost. Lubang misterius bukan disebabkan karena sebuah ledakan, tapi ejeksi, sehingga tidak ada panas yang dilepaskan ketika terjadi.
Teori lain yang pernah dianalisa pada tahun 1980-an, bahwa danau Yamal terbentuk karena proses alami yang terjadi di lapisan es. Seperti jenis proses yang terjadi sekitar 8000 tahun yang lalu dan mungkin sata ini tengah mengulang kejadian yang sama. Tak ditemukan jejak dampak antropogenik dekat kawah, karena tidak ada jejak keberadaan manusia kecuali beberapa jejak kereta luncur dan jejak kaki rusa.
Dunia belum pernah melihat lubang misterius seperti ini meskipun ilmuwan yang tergabung telah ke Yamal berkali-kali. Ilmuwan menegaskan, mereka tidak menemukan yang misterius disini, semua itu hanya hukum alam diiringi tekanan internal dan perubahan suhu. Es pada dinding kawah akan terus mencair, air akan berkumpul dan akan dibekukan di dasar kawah. Jika aliran air mengintensifkan karena cuaca panas bulan Juli, maka lubang ini tidak memiliki cukup waktu untuk membekukan air didalamnya, sehingga akan menyebabkan pembentukan danau baru. 
Sementara, Anna Kurchatova berpendapat bahwa lubang misterius dibentuk oleh air, garam dan gas campuran memicu ledakan bawah tanah, hasil dari pemanasan global. Gas terakumulasi dalam es dicampur dengan pasir dibawah permukaan, dan bahwa proses ini dicampur dengan garam yang terjadi sekitar 10,000 tahun yang lalu, peroide yang membuktikan daerah ini pernah menjadi lautan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar