Rabu, 25 Maret 2015

Misteri Relief Pemakaman Kuno Yunani Terungkap


Seni relief pemakaman kuno yang terukir pada batu nisan periode Helenistik (323-31 SM) di Yunani mengekspresikan komunikasi sosial, nilai-nilai budaya, kebahagiaan kehidupan alam selanjutnya dan situasi yang terjadi pada masa itu. Relief pada batu nisan memberikan informasi penting tentang ritual penguburan, demografi, struktur keluarga dan ide tentang kehidupan setelah kematian.
Kesimpulan ini ditulis dalam sebuah tesis doktor Sandra Karlsson, siswa Classical Archaeology And Ancient History di University of Gothenburg, yang mempelajari relief pemakaman kuno di Yunani, Smyrna dan Kyzikos yang saat ini berada di Turki. 

Misteri Relief Batu Nisan Pemakaman Kuno

Relief yang terukir pada batu nisan pemakaman kuno sebenarnya memiliki ekspresi misterius dan menggambarkan situasi yang sedang terjadi pada masa itu. Relief ini tidak semata-mata sebagai simbol kemewahan pemakaman kelas atas ataupun kelas bawah, tapi orang-orang Yunani menggambarkan kehidupan mereka pada batu nisan sebagai penanda (memorial) sepanjang hidup almarhum.
Potensi relief batu nisan pemakaman kuno dianggap sebagai sumber sejarah yang menggambarkan emosional, tetapi jarang dieksplorasi oleh peneliti. Salah satu kesimpulan Karlsson, bahwa ilustrasi dan prasasti mencerminkan cara manusia berhubungan dengan kematian, dan batu nisan merupakan sarana untuk menyampaikan kesediahan pada orang yang dicintai.
Relief Batu Nisan, Pemakaman Kuno Yunani
Menurut Karlsson, relieft batu nisan pemakaman kuno tidak hanya berfungsi sebagai penanda (peringatan) tetapi juga sebagai terapi visual. Misalnya, orang yang telah mati digambarkan berdiri disamping nisan mereka, pemilihan lokasi mengungkapkan bahwa almarhum diyakini telah bahagia di dunia bawah, dan situs pemakaman kuno merupakan tempat interaksi antara yang manusia hidup dan mati.
Ekspresi emosi pada relief batu nisan juga menunjukkan nilai-nilai sosial, dimana individu kelas rendah lebih mungkin mengekspresikan kesedihan dibandingkan makam Raja atau kalangan kelas atas. Relief kuburan yang mahal dan mungkin almarhum setara dengan kelas menengah, kematian digambarkan dengan pelayanan dan ukiran anggota keluarga.
Pada umumnya relief pemakaman kuno, anggota keluarga biasanya digambarkan berbaris di samping satu sama lain seperti patung, para pelayan melakukan berbagai gerakan yang menandakan situasi berkabung dan duka. Sementara penelitian sebelumnya telah menunjukkan angka kematian anak yang tinggi selama Antiquity terhadap terjadinya perubahan budaya, hal ini juga menekan ekspresi kesedihan atas kematian seorang anak.
Karlsson menemukan bahwa ekspresi terkuat terpancar dari relief batu nisan pemakaman kuno, ekspresi kesedihan terkuat terlihat pada makam anak-anak dan remaja. Ekspresi emosional pada relief batu nisan sangat jelas ketika unsur-unsur yang tidak konvensional ditambahkan, seperti deskripsi menyentuh almarhum atau penggambaran seorang anak yang menyentuh mainan favoritnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar