Rabu, 25 Maret 2015

Ham Anak Nuh Dianugerahi Sihir, Diusir Dan Dikutuk?


2014
Siapakah Ham (Cham)? Ham, anak Nuh yang mewarisi anugerah dari Allah berupa seni ilmu gaib ataupun sihir, yang kemudian seni itu berkembang keseluruh dunia. Apakah Ham mengajarkan bangsa Celtic dan Druid mengusai kemampuan sihir, atau ilmu itu berkembang pertama kali di Mesir? Walaupun tidak ada penjelasan terperinci tentang ajaran Ham, tapi ketika dia menjadi raja di Mesir ada kemungkinan tradisi gaib berawal dari sini.
Dalam posting yang lalu telah diceritakan tentang awal perjalanan Nuh sampai ke Eropa yang membangun peradaban selanjutnya setelah banjir besar. Artikel ini merupakan kelanjutan yang diambil dari sebuah buku yang berjudul 'An Historical Treatise Of Travels Of Noah Into Europe' terbit di London pada tahun 1601. Buku ini menceritakan kisah keturunan Nuh yang menguasai kerajaan pertama termasuk Raja Nimrod penguasa Babilonia, juga menyinggung Dionysius, Osiris, Isis, Titan dan lainnya. Sebuah bukti yang menceritakan bahwa mereka adalah anak dan cucu Nuh, yang kemudian mati dan diangkat sebagai Dewa oleh manusia pada waktu itu.
Catatan dalam buku ini berdasarkan fragmen yang diduga berasal dari Berosus, seorang imam Chaldean abad ke-3 SM. Berosus dianggap sebagai seorang sejarawan terkenal pada masanya, patung tembaga dibangun untuk menghormatinya di Athena. Dalam sejarah disebutkan bahwa Berosus pernah menulis tiga buku dalam bahasa Yunani, tetapi sekarang hilang dan karyanya hanya tersedia beberapa  kutipan.

Ham, Anak Nuh Yang Diberi Anugerah

Narasi yang tertulis dalam Kitab Kejadian menyangkut kisah Nuh dalam keadaan mabuk dan tindakan memalukan yang dilakukan oleh anaknya Ham. Kontroversi ini menimbulkan pertanyaan selama lebih dari 2000 tahun, mengapa Nuh mengutuk Canaan (Kanaan) ketika Ham berdosa? Tujuan cerita ini dianggap untuk membenarkan penundukan orang Kanaan kepada orang Israel. Tetapi selama berabad-abad kemudian narasi ini ditafsirkan beberapa orang Yahudi, Kristen dan Muslim sebagai kutukan, dan penjelasannya merujuk pada orang-orang berkulit hitam serta perbudakan, benarkah demikian? 
Menurut Kristen, mereka tidak setuju dengan interpretasi tersebut karena fakta bahwa dalam teks Alkitab, Ham anak Nuh tidak dikutuk dan ras berkulit hitam tidak pernah disebutkan. Narasi singkat lima ayat memberi indikasi bahwa Kanaan kaum Hamit, pasti mempunyai kepentingan besar dalam narasi tersebut. Menurut Sarna dalam bukunya 'The Anticipatory Use of Information as a Literary Feature of the Genesis Narratives', kutukan Canaan berfungsi untuk menanggapi tindakan kebejatan moral, mengisyaratkan tema kecurangan dari Canaan yang diberikan sebagai pembenaran bagi mereka yang direbut tanahnya, dan untuk mengambil alih tanah keturunan Ibrahim. 
Sejumlah ulama lainnya juga mendukung klaim bahwa versi rasial Kutukan Ham telah dibuat pada waktu itu, karena sesuai dengan kepentingan ideologis dan ekonomis dari elit dan pedagang budak Eropa yang ingin membenarkan eksploitasi buruh Afrika. Dalam naskah Laut Mati (4Q252) dijelaskan bahwa Ham telah diberkati oleh Tuhan, dia tidak bisa dikutuk oleh Nuh. Satu abad setelah kelahiran Isa, sejarawan Yosefus memperdebatkan bahwa Nuh menahan diri untuk mengutuk Ham karena kedekatan kekerabatannya, jadi Nuh malah mengutuk anak Ham. Kitab Yobel menyebutkan bahwa Canaan dikutuk karena dia menantang pembagian tanah (wilayah) oleh Nuh.
Ham anak nuh, nuh usir ham
Cham atau Ham, anak Nuh yang satu ini memiliki kemampuan seni sihir dan disebut-sebut sebagai Zoroast. Dia membenci ayahnya karena menganggap dirinya paling dicintai oleh Nuh. Dengan kemampuan sihirnya, Ham menyihir kelamin ayahnya sehingga tak mampu menambah keturunan. Ulahnya telah mendatangkan murka dan ketidaksenangan Allah, dengan cara yang paling menyedihkan maka Cham diusir ayahnya. 
Tidak diketahui jelas, apakah Ham bertobat dan diangkat sebagai salah satu utusan seperti yang dijelaskan dalam artikel terdahulu tentang Zoroaster menulis Nubuat Akhir Zaman. Belum ada bukti dan penjelasan rinci yang menghubungkan keduanya, karena Zoroaster (Zarathustra) juga dianggap sebagai utusan Tuhan atau Nabi yang menuliskan Nubuat illahi. Quran menyebut pengikut Zoroaster sebagai Majus, dan berdasarkan riwayat yang dinukil dari Imam Maksum, Majus diperkenalkan sebagai pemilik kitab dan merupakan seorang nabi. Riwayat-riwayat terdahulu menjelaskan ajaran agama ilahi Zoroaster, tetapi kemudian para pengikutnya mengalami penyimpangan. 
Sem Melchisedech pergi ke Asia dengan membawa 25 penguasa dari garis keluarganya. Dia membangun Salem (Yerusalem) dan hidup sampai zaman Ibrahim. Yafet pergi ke Eropa bersama 14 penguasa dari generasinya. Sedangkan Cham (Ham) tidak disukai ayahnya, tapi dia punya warisan yang diberikan padanya, bagian ketiga dari dunia lain (ilmu gaib).
Sekitar 120 tahun setelah kembali dari perjalanan, Nuh membagi kerajaan dan mendirikan monarki dunia. Yang pertama kali diangkat adalah raksasa Nembroth (Raja Namrud), putra Cush bin Cham (cucu Nuh) dan dianggap sebagai Saturnus pertama atas Babilonia dan Asyur. Beberapa tahun setelah mendirikan Babilonia, Nuh membagi empat kerajaan di Eropa antara lain Italia dipimpin Raja Comerus Gallus (putra sulung Yafet), Spanyol dipimpin Raja Tuball juga disebut Inball (anak ke-15 dari Yafet), Prancis dipimpin Raja Samothes atau Dis (anak ke-4 dari Yafet) yang juga dianggap Raja Celtica mencakup Inggris dan Prancis, Almaign (Jerman) dipimpin Raja Tuyscon (anak Nuh). Kemudian Nuh melanjutkan perjalanan kedua ke Eropa, meninggalkan Sabatius Saga dan Nimrod untuk memerintah Armenia. Sabatius Saga (Saturnus) memiliki semua kerajaan bagian Bactria yang mengarah ke India (Tartaria). 
Ham anak Nuh juga dipanggil Esenus atau lebih dikenal sebagai Dewa Pan yang memerintah Mesir dalam waktu yang cukup lama sampai tahun ke-56 pemerintahan Jupiter, Raja Belus pemimpin kerajaan Babilonia Kuno. Setelah itu dia datang ke Italia (kemudian disebut Kytim) merebut kerajaan Comerus Gallus, setelah kematian Comerus dia mengurangi pemuda dengan tanpa rasa hormat.

Akhir Hayat Ham Tewas Dalam Pertempuran 

Ham memiliki saudara bernama Rhea yang mungkin adalah anak Nuh yang ke-30. Dia menikah dengan Raja Hammon dari Libya, tapi Hammon memiliki hubungan terlarang dengan seorang wanita bernama Almanthea dan memiliki seorang putra bernama Dionysius. Dionysius dibesarkan di kota Saudi atau disebut Nyfa, dan hasil hubungan ini dirahasiakan Hammon dari istrinya, tetapi Rhea mengetahui hubungan itu. Dengan rasa cemburu dan amarah, Rhea meninggalkan Hammon dan pergi ketempat kakaknya Ham yang berada di Sisilia dan mereka menikah. Beberapa penulis mengatakan bahwa Noegla (istri Ham) masih hidup ketika pernikahan antar saudara berlangsung.
Setelah pernikahan, Cham dan Rhea meninggalkan Sisilia dan pergi ke Libya untuk membalas dendam pada raja Hammon. Dengan membawa tentara dan bantuan saudara-saudara mereka (16 Titan), mereka berperang melawan Hammon dan menggulingkan kerajaannya, Hammon melarikan diri ke Crete (Candia). Tak lama setelah penyerangan, Ham dan Rhea mempunyai seorang putra bernama Osyris (Osiris) yang kemudian dipanggil sebagai Iupiter Iustus, seorang pangeran mulia dan gagah yang sangat berbeda dengan karakter ayahnya.
Sekitar tahun ke-43 pemerintahan Nynus, raja Babilonia, Dionysius putra Hammon dan Almanthea membalas dendam pada Ham dan Rhea karena perlakukan mereka pada ayahnya. Dionysius mengusir mereka keluar kerajaan dan membuktikan dirinya sebagai raja yang sah. Pada saat itu, Dionysius merasa kasihan pada anak Ham dan Rhea (Osiris) kemudian mengambilnya sebagai anak angkat dan memanggil Hammon-Jupiter untuk mengenang sang ayah. Dionysius mengajarinya membaca dan menunjuk seorang terpelajar bernama Olympus sebagai guru Osiris.
Sejak Cham dan Rhea turun tahta, mereka hidup jauh dari Mesir tapi tidak jelas wilayahnya. Mereka memiliki seorang putri bernama Iuno yang juga disebut Isis Agung. Anak itu dilahirkan pada tahun pertama masa pemerintahan Semiramis, 302 tahun setelah banjir besar. Tapi Ham tidak puas untuk tetap tinggal di Mesir, dia menginvasi Bactria dekat Persia dan menundukkan musuh menggunakan ilmu sihir. Lalu menyerang Asyur dan berperang melawan Nynus muda (anak Semiramis) tapi gagal dan terbunuh dalam pertempuran, inilah akhir dari kehidupan Ham, anak Nuh yang diusir.
Menurut Alkitab, anak-anak Ham adalah Cush, Misraim, Phut dan Kaanan. Sementara daftar yang ditulis Berosus disebutkan:
  • Typhon putra sulungnya, istri pertamanya Noegla. Dia adalah raksasa, dan ia mengikuti jejak seperti ayahnya yang menantang maut.
  • Cush, anak dari istri pertamanya Noegla. Dia adalah ayah dari Nimrod.
  • Osyris (Osiris), anak dari istri keduanya Rhea, Holinshed menjelaskan bahwa Osyris tak lain adalah Misraim.
  • Isis, seorang putri dari istri kedua, Rhea.

Tradisi Sakral Dunia Warisan Ham (Cham)

Tradisi yang berkaitan dengan spiritual dapat terlihat di dataran tinggi Himalaya, Bhutan, Tibet, Nepal, India, dan Stepa Mongolia, dimana Biksu Buddha mengadakan festival suci setahun sekali. Mereka melakukan tarian mistik selama 1300 tahun yang disebut Cham, dalam rangka mengubah kejahatan untuk kepentingan seluruh dunia. Asal-usul sejarah tradisi Cham sulit dilacak, sementara kata Cham dalam bahasa Tibet berarti 'tarian', tapi akar tradisi sebagai fenomena agama dan sosial juga dapat ditemukan di India. 
Literatur India kuno bercerita tentang tarian sakral yang disebut Ger yang dilakukan oleh para Dakini ketika Kalachakra diajarkan. Cham termasuk salah satu ritual Tantra yang dikembangkan sejak zaman India kuno. Berbagai unsur Cham dapat ditelusuri dalam agama Hindu dan dalam tradisi Bon (tradisi spiritual dari Tibet sebelum Buddhisme).
Dalam kebanyakan studi sejarah, keturunan dan ajaran Ham, anak Nuh, dianggap sebagai kaum terkutuk. Hal ini disebabkan dia mewarisi anugerah yang mampu melihat dunia gaib ataupun mempraktekkan ilmu sihir. Tradisi-tradisi magis kuno di Mesir, Babilonia, Sumeria, dan seluruh dunia, diduga berasal dari ajaran Ham. 
Bagaimana kisah Osiris, anak Ham dan Rhea yang dibesarkan Dionysius? Bahasan ini akan dilanjutkan dalam posting mendatang, berikut kisah Hercules, Atlas, Electra, Dardanus, mereka juga keturunan Nuh seperti yang disebutkan dalam buku ini. Ketika mereka mati, masyarakat kuno menghormati dan mengangkat mereka sebagai Dewa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar