Kamis, 06 November 2014

ALAT DAN FUNGSI EKSKRESI PADA MANUSIA

BAB 1. SISTEM EKSKRESI MANUSIA
Dalam tubuh manusia terdapat berbagai proses misalnya  proses pernapasan dan pencernaan, dalam proses  pernapasan terjadi oksidasi ( pembakaran )makanan hingga di hasilkan energy dan zat sisa. Semua proses dalam tubuh tersebut disebut metabolism, metabolism menghasilkan energy dan zat yang berguna  bagi tubuh, selain itu juga metabolisme juga menghasilkan zat sisa yang harus dikeluarkan dari tubuh karena dapat meracuni tubuh, untuk itu tubuh dilengkapi dengan alat pengeluaran
Proses pengeluaran zat dari tubuh antara lain adalah ekskresi, sekresi dan defekasi.
Alat Ekskresi adalah alat untuk mengeluarkan zat sisa atau sampah metabolism dari dalam tubuh. Terdiri dari paru – paru, hati, ginjal, dan kulit.
sekresi adalah proses pengeluaran sisa metabolism yang masih bisa dimanfaatkan oleh tubuh, misalnya  hormone dan enzim.
Defekasi adalah zat sisa pencernaan yang tidak habis terserap oleh tubuh  dan dikeluarkan melalui anus dalam bentuk feses..
A.     GINJAL
a) Bagian – bagian ginjal :
Gijal terdiri atas bagian kortex ( kulit ) dan medulla ( sumsum ginjal ) dibagian kortex terdapat badan penyaring ( nefron )
Bagian – bagian badan penyaring ( nefron ) terdiri atas :
1. Badan Malpighi
Badan Malpighi terdiri atas :
Glomerulus : Merupakan pembuluh darah kapiler tempat darah disaring ( difiltrasi ), zat sisa yang tidak berguna dan beberapa zat yang berguna dengan kadar berlebih akan masuk ke kapsula bowman.
Kapsula bowman : Merupakan selaput pembungkus glomerulus untuk menyaring (filtrasi ) hasil filtrasi akan masuk ke tubulus ginjal.
2. Tubulus ginjal
Tubulus kontortus proksimal
Tubulus kontortus distal
Lengkung henle
Tubulus kolektivus
b) Tahap pembentukan urine :          
1)      Filtrasi ( penyaringan )
Filtrasi merupakan proses penyaringan darah yang berlangsung di dalam badan Malpighi yaitu dari glomerulus ke kapsula bowman, filtrate hasil filtrasi disebut urine primer, dalam urine primer masih terdapat zat yang berguna yaitu : air, glukosa, dan garam mineral seperti ion natrium (Na+) dan ion kalsium ( ca 2+ )
2)       Reabsorpsi ( penyerapan kembali )
Reabsorpsi merupakan proses penyerapan  kembali zat dalam urine primer yang masih berguna, filtrate hasil reabsorpsi disebut urine sekunder , ada dua macam reabsorpsi yaitu reabsorpsi obligat dan fakultatif,reabsorpsi obligat berlangsung di dalam tubulus kontortus proksimal  hingga tubulus kontortus distal
Reabsorpsi obligat selalu berlangsung pada setiap keadaan dengan volume urine yang sama
Reabsorpsi fakultatif berlangsung di tubulus distal dan tubulus kolektivus, pada kondisi tertentu, reabsorpsi fakultatif dibantu oleh hormone, missal reabsorbsi air dibantu oleh hormone antideuritika ( ADH ), dan reabsorbsi kalsium dibantu oleh hormone paratiroid  (PTH )
Hasil reabsorpsi ini  berupa urine sekunder yang komposisinya mengandung air, garam, urea, dan pigmen empedu yang berfungsi member warna dan bau pada urine
3)      Augmentasi ( pengeluaran zat yang tidak berguna )
Augmentasi merupakan proses pengeluaran zat yang tidak berguna atau berlebih ke dalam urine. misalnya sekresi ion hydrogen ( H+) Dan ion kalium. Augmentasi berlangsung di dalam tubulus distal. Filtrate  hasil augmentasi merupakan urine sesungguhnya, urine sesungguhnya masih dapat direabsorpsi bahkan sampai berada di dalam tubulus pengumpul ( kolektivus ).
Factor – factor yang mempengaruhi produksi urine
Hormone antideuritik ( ADH )
Hormon insulin
Jumlah air yang diminum
Factor cuaca
Di dalam urine  terkandung bermacam – macam  zat, antara lain :
Zat sisa pembongkaran protein seperti urea, asam ureat, dan amoniak
Zat warna empedu yang memberikan  warna kuning pada  urine
Garam, terutama garam dapur
Zat – zat yang berlebihan dikomsumsi, misalnya vit C, dan obat – obatan, juga kelebihan zat yang yang diproduksi sendiri oleh tubuh, misalnya hormone.
c) Gangguan pada ginjal.
Jenis – jenis kelainan akibat kerusakan salah satu bagian ginjal adalah berikut ini :
-          Nefritis
Nefritis  adalah kerusakan bagian glomerulus ginjal akibat alergi racun kuman bakteri streptococcus, akibatnya seseorang akan menderita uremia dan oedema

-          Batu ginjal
Batu ginjal karena pengendapan garam kalsium di rongga ginjal, saluran ginjal, atau kandung kemih, kandungan batu ginjal adalah kalsium oksalat, asam urat dan Kristal kalsium fosfat
-          Albuminuria
Albuminuria adalah ditemukannya albumin pada urine, adanya albumin pada urine merupakan indikasi adanya kerusakan pada membrane kapsul endothelium atau karena  iritasi  sel – sel ginjal akibat masuknya substansi   racun, eter, atau logam berat.
-          Glikosuria
glikosuria adalah ditemukannya glukosa pada urine. hal ini merupakan indikasi adanya kerusakan pada batu ginjal
-          Hematuria
Hematuria adalah ditemukannya sel darah merah dalam urine, hematuria disebabkan oleh adanya iritasi akibat gesekan batu ginjal
-          Ketosis
Ditemukannya keton dalam darah, hal ini terjadi pada orang yang  diet karbohidrat
-          Diabetes insipidus.
Diabetes insipidus adalah suatu penyakit yang penderitanya mengeluarkan urine terlalu banyak. Penyebabnya adalah kekurangan hormone ADH.
Komposisi urine bervariasi tergantung jenis makanan serta air yang diminumnya, urine normal berwarna jernih transparan, serta warna kuning muda urine berasal dari zat warna empedu ( bilirubin dan biliverdin ). Urine normal pada manusia  mengandung air, urea, asam urat, amoniak, keratin, asam laktat, asam fosfat, klorida, garam – garam terutama garam dapur dan zat – zat yang berlebihan da
B. PARU – PARU
Ekskret dari paru – paru adalah CO2 dan H20 yang dihasilkan dari proses pernapasan, pada prinsipnya CO2diangkat dengan cara yaitu melalui plasma darah ( 15 %) dan diangkut dalam bentuk ion HCO3 ( 30 % ) melalui proses berantai pertukaran klorida adalah sebagai berikut. Darah pada alveolus mengikat O2 dan mengangkutnya ke sel – sel jaringan dalam jaringan darah melepaskan  O2 dan seterusnya mengikat CO2untuk dikeluarkan bersama H2O
Gangguan pada Paru – paru
a.      Berkurangnya jumlah hemoglobin
Berkurangnya jumlah hemoglobin menyebabkan berkurangnya pasokan oksigen ke sel – sel tubuh
b.      Keracunan gas CO
Keracunan gas – gas ini mengganggu pengikatan oksigen oleh karena gas CO memiliki daya pengikatan yang tinggi terhadap oksigen daripada HB.
c.       Kanker paru – paru
Kanker paru – paru menyebabkan  paru – paru rusak dan tak berfungsi lagi
d.      Emfisema
Merupakan suatu gangguan yang disebabkan oleh  karena susunan alveolus abnormal
e.       Penyakit asma
Penyakit asma  merupakan gangguan pernapasan karena menyempitnya saluran pernapasan
f.       TBC
TBC menyebabkan  terganggunya proses difusi oksigen karena timbulnya bintil – bintil kecil pada dinding alveolus yang disebabkan oleh bakteri  Mycobacterium tuberculosis
g.      Radang paru – paru
h.      Bronchitis ( Radang pada saluran napas)
i.        Polip.
Polip yaitu pembengkakan kelenjar limfe pada saluran pernapasan ( rongga hidung )
C.HATI

c. Hati dan kelenjar empedu
Sebagai alat ekskresi, hati mengeluarkan empedu. Kurang lebih 0,5 liter empedu dikeluarkan setiap hari, empedu berwarna kehijauan , rasanya pahit, PH sekitar 7 – 7,6, mengandung kolesterol, garam – garam mineral, garam empedu, serta pigmen yang disebut biliverdin dan bilirubin.
Empedu yang dihasilkan oleh hati disimpan dalam kantong empedu dan dikeluarkan ke usus halus untuk membantu sistem pencernaan, misalnya :
Untuk mencerna lemak.
Mengaktifkan lipase.
Mengubah zat yang tak larut dalam air menjadi zat yang dapat larut dalam air, dan
Membantu daya obsorpsi lemak pada dinding usus.
Kurang lebih 10 (sepuluh) juta sel darah merah yang telah tua dan rusak dirombak dalam hati oleh sel khusus yang disebut histiosit. Hasil perombakan sel darah merah adalah : fe, haemin, globin,. Haemin merupakan bahan dasar pembentukan zat warna empedu yaitu bilirubin dan biliverdin, kemudian dikeluarkan ke dalam usus 12 jari dan dioksidasi sehingga berwarna kuning.
Organ hati juga merupakan kelenjar yang mampu menghasilkan enzim orginase yang berfungsi untuk menguraikan asam amino arginin menjadi asam amino ornitin dan urea. Ornitin mampu mengikat NH3 dan CO2yang bersifat racun.
Ornitin di dalam sel diubah menjadi sitralin yang mampu mengikat NH3 menjadi arginin yang mampu dipecah di dalam hati, sedang urea diangkut dari hati menuju ke ginjal.
a)      Menghasilkan Getah Empedu
Getah empedu dihasilkan dari hasil perombakan sel darah merah. Getah ini ditampung di dalam kantung empedu kemudian disalurkan ke usus 12 jari. Getah empedu pada dasarnya terdiri atas dua komponen yaitu garam empedu dan zat warna
empedu. Garam empedu berfungsi dalam proses pencernaan makanan yaitu untuk mengemulsi lemak. Sedangkan zat warna empedu tidak berfungsi sehingga harus diekskresikan. Zat warna empedu yang diekskresikan ke usus 12 jari, sebagian menjadi sterkobilin, yaitu zat yang mewarnai feses dan beberapa diserap kembali oleh darah dibuang melalui ginjal sehingga membuat warna pada urine yang disebut urobilin. Kedua zat ini mengakibatkan warna feses dan urine kuning kecoklatan.
b)      Menghasilkan Urea
Urea adalah salah satu zat hasil perombakan protein. Karena zat ini beracun bagi tubuh maka harus dibuang keluar tubuh. Dari hati urea diangkut ke ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.
PENYAKIT dan Kelainan HATI
Hati dapat robek karena terkena benda tajam, dan dapat menyebabkan pendarahan.
Infeksi kandung empedu : Infeksi ini berasal dari usus, hati, bila batu empedu terbentuk di dalam kantung empedu dan dapat menyumbat saluran empedu maka cairan empedu tidak akan dapat keluar dari hati dan terjadi ikterus.
Ikterus : Disebabkan karena produksi cairan empedu berlebihan, kegagalan sel hati dalam mengekskresi empedu.
D. KULIT ( integumen )
Kulit terdiri atas lapisan epidermis di sebelah luar dan lapisan dermis di sebelah dalam.
Lapisan epidermis terdiri dari :
Lapisan Korneum yang mati dan mengelupas berwarna putih.
Lapisan Lusidum yang berwarna terang.
Lapisan Granulosum yang mengandung pigmen yang berwarna coklat sampai hitam.
Lapisan germinativum yang tumbuh dan selalu membelah.
Pada lapisan epidermis terdapat ujung saraf telanjang yang berfungsi sebagai penerima rangsang geli, dan nyeri, saluran kelenjar keringat serta minyak. Pada lapisan dermis terdapat pangkal kelenjar keringat, pangkal kelenjar minyak, akar rambut, pembuluh darah, ujung saraf penerima rangsang tekanan (pucini), panas (rufini), dingin (Krause), sentuhan (Eisner).
Sebagai alat ekskresi kulit berfungsi sebagai alat untuk mengeluarkan keringat dan minyak.
Kulit terdiri atas tiga lapisan yaitu epidermis,dermis dan jaringan ikat bawah kulit.
          Epidermis (Kulit Ari)
Epidermis tersusun oleh sejumlah lapisan sel yang pada dasarnya terdiri atas dua lapisan yaitu:


a.       Lapisan tanduk
Merupakan lapisan epidermis paling luar. Padalapisan ini tidak terdapat pembuluh darah dan serabut saraf, karena merupakan sel-sel mati dan selalu mengelupas. Lapisan ini jelas sekali terlihat pada telapak tangan dan telapak kaki.
b.       Lapisan malpighi
Lapisan ini terdapat di bawah lapisan tanduk. Sel-selnya terdapatpigmenyangmenentukan warna kulit.
Dermis (Kulit Jangat)
Merupakan lapisan kulit di bawah epidermis, di dalam lapisan ini terdapat beberapa jaringan yaitu:
-          Kelenjar keringat, yang berfungsi untuk menghasilkan keringat. Keringat tersebut bermuara pada pori-pori         kulit.
-          Kelenjar minyak, yang berfungsi untuk menghasilkan minyak guna menjaga rambut       tidak kering. Kelenjar ini letaknya dekat akar rambut.
-          Pembuluh darah, yang berfungsi untuk mengedarkan darah ke semua selataujaringan termasuk akar rambut.
-          Ujung-ujung saraf. Ujung saraf yang terdapat pada lapisan ini adalah ujung saraf perasa dan peraba.
Jaringan Ikat Bawah Kulit
Di bagian ini terdapat jaringan lemak (adiposa).Fungsinya antara lain untuk penahan suhu tubuh dan cadangan makanan.
Dengan adanya berbagai jaringan yang terdapat di dalamnya, maka kulit dapat berfungsi sebagai:
indra peraba dan perasa,
pelindung tubuh terhadap luka dan kuman,
tempat pembentukan vitamin D dari provitamin D dengan bantuan sinar ultraviolet cahaya matahari,
penyimpan kelebihan lemak,
pengatur suhu tubuh.
GANGUAN dan Kelainan pada Kulit
Dermatitis atau eksema (peradangan kuit) disebabkan alergi terhadap beberapa jenis makanan, obat-obatan atau bahan kimia yang digunakan atau dipegang missal bedak, krim, minyak, deterjen. Banyak yang disertai eritema (merah-merah) dan urtikaria (bintul-bintul) keadaan ini sering menimbulkan rasa gatal-gatal.
Penyakit kulit dapat disebabkan oleh mikro-organisme yang dapat menimbulkan infeksi seperti pada impetigo disebabkan virus seperti pada kurap dan athlete foot (kutu air), parasit hewani seperti scabies dan pedikulosis

POKOK POKOK PROGRAM AKSELERASI

PROGRAM AKSELERASI
A.    Pengertian
Pengertian accleration diberikan oleh Pressey (1949) suatu kemajuan yang diperoleh dalam program pengajaran, pada waktu yang lebih cepat atau usia yang lebih mudah dari pada konvensional. Dengan kata lain peserta didik dapat menyesuaikan cara belajarnya lebih cepat dari siswa lainnya (siswa yang mengikuti program reguler).
Secara singkat akselerasi mengandung pengertian:
1.      Sebagai model pembelajaran yaitu lompat kelas, dimana peserta didik berbakat yang memiliki kemampuan unggul diberi kesempatan untuk mengikuti pelajaran pada kelas yang lebih tinggi.
2.      Kurikulum atau akselerasi program, menunjuk pada peringkasan program sehingga dapat dijalankan dalam waktu yang lebih cepat.
3.      Memperoleh konten materi dengan nama yang lebih dipercepat sesuai dengan kemampuan potensial siswa.
B.     Tujuan penyelenggaraan program akselerasi
1.      Tujuan umum
a.       Memenuhi kebutuhan peserta didik yang memiliki karakteristik spesifik dari segi perkembangan kognitif dan afektif
b.      Memenuhi hak asasi manusia peserta didik yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan bagi dirinya sendiri.
c.       Memenuhi minat intelektual dan perspektif masa depan peserta didik
d.      Memenuhi kebutuhan aktualisasi diri peserta didik
e.       Menimbang peran serta peserta didik sebagai aset masyarakat dan kebutuhan masyarakat untuk pengisian peran.
f.       Menyiapkan peserta didik sebagai pemimpin masa depan.
2.      Tujuan khusus
a.       Memberikan penghargaan untuk dapat menyelesaikan program pendidikan secara lebih cepat.
b.      Meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses pembelajaran peserta didik
c.       Mencegah rasa bosan terhadap iklim kelas yang kurang mendukung berkembangnya potensi keunggulan peserta didik secara optimal
d.      Memacu mutu siswa untuk peningkatan kecerdasan spritual, intelektual dan emosional secara seimbang.


C.    Landasan program akselerasi
Landasan dan pengembangan sistem pembelajaran program akselerasi adalah sesuai dengan Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional yang tertuang dalam :
1.      Pasal 8 ayat 2
Warga negara yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa berhak memperoleh perhatian khusus
2.      Pasal 24 ayat 1 dan 6
Setiap peserta didik berhak mendapatkan perlakuan sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan dan berhak menyelesaikan program pendidikan lebih awal dari waktu yang ditentukan.
3.      Pasal 26
Peserta didik berkesempatan untuk mengembangkan kemampuan dirinya dengan belajar pada saat dalam perjalanan hidupnya sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan masing-masing.

Garis – Garis Besar Haluan Negara Tahun 1999
a.       Butir 1
Yaitu mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peningkatan anggota pendidikan secara berarti.
b.      Butir 7
Yaitu mengembangkan kualitas SDM sedini mungkin secara terarah, terpadu, dan menyentuh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lindungan sesuai dengan potensinya.
D.    Keuntungan Program Akselerasi
Southeren & Jones (1991) menyebutkan beberapa keuntungan siswa yang ikut dalam program akselerasi yaitu:
  1. Efesiensi dalam belajar meningkat 
  2. Efektivitas dalam belajar meningkat 
  3. Adanya rekognisi terhadap prestasi yang dimiliki 
  4. Waktu untuk meniti karir lebih banyak 
  5. Produkstivitas meningkat 
  6. Pilihan eksplorasi dalam pendidikan meningkat 
  7. Siswa diperkenalkan dalam kelompok teman yang baru.
E.     Kerugian Program Akselerasi
Terlepas dari keuntungan yang dikemukakan diatas, beberapa hal yang menjadi keberatan terhadap program akselerasi. Keberatan itu menyangkut bidang akademis, bidang penyesuaian diri sosial, bidang aktivitas ekstrakurikuler, dan bidang penyesuaian diri emosional.
a.    Bidang Akademis 
  1. Mungkin saja bahan ajar yang diberikan terlalu jauh bagi siswa sehingga ia tidak mampu beradaptasi dalam lingkungan yang baru, dan akhirnya menjadi orang yang sedang-sedang saja (mediocre) bahkan mungkin juga siswa akan mengalami kegagalan. 
  2. Kemungkinan terjadi yang ditampilkan siswa pada waktu proses identifikasi merupakan gejala seseaat saja. 
  3. Siswa akselerasi meskipun mmenuhi kualifikasi secara akademis, tetapi kurang matang secara sosial, fisik dan juga emosional untuk berada pada tempat yang tinggi. 
  4. Siswa akselerasi dituntut untuk lebih cepat memutuskan karirnya, sedangkan pada perkembangan usianya saat itu belum dibekali kemampuan untuk mengambil pilihan yang tepat.
  5. Pengetahuan siswa akselerasi dikembangkan dengan cepat tetapi belum pada waktunya karena dia belum memiliki pengalaman yang cukup. 
  6. Pengalaman yang mungkin cocok pada aksleleran bisa saja tidak diperolehnya dari kurikulum di sekolah. 
  7. Tuntutan anak untuk program akselerasi sangat besar sehingga kemampuan kreativitas berpikir divergen kurang mendapat perhatian.
b.    Penyesuaian Diri Sosial
  1. Siswa akselerasi didorong prestasinya secara akademis, dalam hal ini mengurangi waktunya untuk melakukan aktivitas yang lain.
  2. Siswa akselerasi akan kehilangan aktivitas dalam masa-masa hubungan sosial yang penting pada usianya.
  3. Siswa akselerasi kemungkinan akan ditolak oleh kakak kelasnya, sedangkan kesempatan untuk menyesuaikan diri dengan kawan sebayanya hanya sedikit sekali.
c.    Aktivitas Ekstrakurikuler 
  1. Kebanyakan aktivitas kurikuler berkaitan dengan usia dan siswa kurang memiliki kesempatan untuk berpartisipasi dalam aktivitas-aktivitas penting di luar kurikulum yang normal (yang sesuai dengan usianya). Hal ini juga akan mengurangi jumlah waktu untuk memperkenalkan masalah karir kepada mereka. 
  2. Prestosi dalam berbagai kegiatan atletik adalah penting untuk setiap siswa dan kegiatan dalam program akselerasi tidak mungkin menyaingi mereka yang mengikuti program sekolah secara normal, yang lebih kuat dan lebih terampil.
d.   Penyesuaian Diri Emosional 
  1. Siswa akselerasi mungkin saja akan mengalami frustasi dengan adanya tekanan dan tuntutan yang ada dan pada akhirnya merasa sangat lelah sehingga akan menurunkan tingkat prestasinya dan bisa terjadi ia menjadi siswa yang underachiever atau drop out. 
  2. Siswa Akselerasi yang memiliki kesempatan dalam masa kanak-kanaknya dan masa remajanya, akan terisolasi atau bersikap agresif terhadap orang lain. Suatu saat mereka mungkin saja menjadi orang yang antisocial karena mereka tidak mampu memiliki hubungan sebagaimana layaknya orang dewasa lainnya untuk berkencan, menikah dan membina kehidupan rumah tangga.
  3. Mereka akan kurang mampu untuk menyesuaikan diri dalam karirnya karena mereka menempati karir yang kurang tepat dan mereka tidak memiliki kesempatan untuk menyesuaikan diri terhadap tekanan yang ada sepanjang hidup mereka, atau mereka tidak akan mampu bekerja secara efektif dengan orang lain. 
  4. Tekanan yang terbentuk sejak kecil, kurangnya kesempatan untuk mengembangkan hal-hal yang cocok dalam bentuk kreativitas atau hobi dan adanya potensi untuk dikucilkan dari orang lain, akan mengakibatkan kesulitan dalam kehidupan perkawinannya kelak atau bahkan bunuh diri.

SISTEM REPRODUKSI PADA TUMBUHAN

A. Reproduksi Vegetatif
1. Reproduksi Vegetatif Alami
Reproduksi jenis ini tidak melibatkan campuran tangan manusia. Reproduksi vegetative alami meliputi pembentukan tunas, batang tebu, batang singkong , daun cocor bebek, laos.


a. Akar Tinggal
Akar tinggal atau rizoma atau rimpang merupakan batang yang tumbuh horizontal menyerupai akar didalam tanah. Dari bagian ini, tumbuh tunas yang menjadi individu baru, misalnya pada bungga tasbih, lengkuas, dan jahe.

b. Umbi Batang
Umbi batang atau tuber merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam batang dan terletak didalam tanah. Jika umbi ini ditanam, dapat tumbuh tunas menjadi tanaman baru. Contoh tumbuhan yang berkembang biak dengan tuber adalah kentang dan singkong.



c. Reproduksi dengan Daun
Tepi-tepi daun pasti tumbuh, misalnya cocor bebek. Bersifat meristematis. Akibatnya, dari tepi-tepi daun tersebut dapat tumbuh tunas dan akar yang akan terpisah dari induyknya untuk membentuk tumbuhan baru. Peproduksi seperti ini dinamakan juga reproduksi melalui tunas advintif.



2.Reproduksi Vegetatif Buatan
Reproduksi jenis ini sengaja dilakukan manusia untuk memperoleh tanaman baru yang bersifatnya sama dengan induknya. Tumbuhan baru tersebut diambil dari tanaman induk yang telah tumbuh besar, sehingga tumbuhan baru itu akan cepat mengahasilkan dengan sifat yang sama dengan induknya. Berikut ini akan dijelaskan contoh-contoh perkembangan vegetative buatan.
a. Mencangkok
Mencangkok dilakukan pada tanaman dikotil dengan cara membuang sebagian kulit dan kabium secara melingkar pada cabang. Kemudian daerah lukanya dibalut oleh tanah atau media lain dan diikat serta dibiarkan sampai tumbuh akar.


b. Merunduk
Cara ini dilakukan dengan merundukan cabang tanaman kebawah sehingga menyentuh permukaan tanah. Batang tersebut ditimbun dengan tanah terutama pada bagian yang memiliki ruas. Pada ruas tersebut akan tumbuh akara dan tunas.



c. Menempel dan menyambung
Menempel (Okulasi) dan menyambung bertujuan mengambungkan sifat dua tanaman sejenis atau semarga. Prinsip opulasi adalah emnumbuhkan bagian tanaman pada tanaman lain. Biasanya, bagian yang ditemnpelkan adalah mata tunas.
Prinsip dalam menyambung adalah memindahkan ujung ranting atau pun ujung cabang suatu tanaman pada bagian ujung ranting tanaman lain. Kemudian, sambungan tersebut diikat.



d. Menyetek
Merupakan cara paling umum dilalakukan karena mudah di kerjakan.Kita hanya memotong cabang sekitar 20 cm dan membenamkanya dalam tanah sedalam 5-10 cm.Arah mata tunas sebaiknya menghadap ke atas.



e. Kultur jaringan
Kemajuan ilmu hormon tumbuhan mendorong para ahli pertanian mengembangkan pola produksi vegetative melalui teknik kultur jaringan. Jaringan tersebut diambil dari daun, batang , akar, ataupun bagian tumbuhan lainya. Melalui teknik ini dapat menghasilkan tumbuhan yang sangat banyak dalam waktu singkat.





3.Perkembangbiakan Vegetatif pada Hewan dan Tumbuhan Tingkat Rendah
a. Membelah diri dan fragmentasi
Contoh: organisme yang membelah diri, protozoa, alga biru (bakteri). Sedangkan fragmentasi yaitu dengan cara memotong-motong tubuhnya, contoh: algae (ganggang) dan planaria (cacing pipih). Tunas, contoh: Hydra dan ragi (Saccharomyces).



b. Spora
Perkembangbiakan dengan spora antara lain: jamur, alga, lumut dan paku. Pada jamur, spora dibentuk di dalam kotak spora (sporangium). Pada ganggang (alga), sporanya dilengkapi dengan alat gerak berupa bulu cambuk atau bulu getar sehingga dapat bergerak, spora ini disebut zoospora. Pada paku, biasanya spora terletak di daun-daun sebelah bawah, tampak sebagai bintik-bintik hitam yang dinamakan sorus. Sorus tersebut dilindungi indisium.

Keuntungan memperbanyak secara vegetatif:

  1. diperoleh sifat keturunan baru sama dengan induknya
  2. lebih cepat memperoleh hasil (berbuah)
Kerugian memperbanyak secara vegetatif:
  1. tanamannya tidak sekokoh bila ditanam dari biji.
  2. jumlah turunan baru yang diperoleh dalam waktu tertentu terbatas tanaman induk akan menderita bila terlalu banyak bagian tanaman yang di-stek atau dicangkok.
B. Reproduksi Generatif
Proses reproduksi seksual memerlukan gamet jantan dan betina. Proses perkawinan tumbuhan berbiji diawali oleh proses penyerbukan dan dilanjutkan dengan proses pembuahan.
1. Penyerbukan pada tumbuhan biji terbuka (gymnospermae)
Adalah menempelnya serbuk sari ke mikrofil (liang bakal biji). Dan terjadi pembuahan tunggal.
Alat reproduksi gymnospermae berupa strobilus jantan dan strobilus betina.
Proses penyerbukan pada gymnospermae umumnya dibantu oleh angin. Contoh tumbuhan berbiji terbuka ini antara lain :
Melinjo, pinus, damar, pakis haji dan cycas.
2. Penyerbukan pada tumbuhan biji tertutup (angiospermae)
Adalah menempelnya serbuk sari ke kepala putik dan terjadi pembuahan ganda.

Alat perkembangbiakan angiospermae adalah bunga. Bunga meliputi berdasarkan perhiasan bunga dan alat kelamin bunga.
a. Perhiasan bunga meliputi kelopak dan mahkota bunga.
b. Alat kelamin bunga (alat perkembangbiakan)
Bagian sebelah dalam dari lingkaran perhiasan bunga adalah alat kelamin bunga. Bagian alat kelamin bunga terdiri dari benang sari sebagai alat pembiakan jantan dan putik sebagai alat pembiakan betina. Benang sari berada pada lingkaran sebelah luar dari putik.
PENYERBUKAN
Penyerbukan atau polinasi merupakan proses awal sebelum terjadinya pembuahan. Pada angiospermae, penyerbukan adalah proses melekatnya serbuk sari di kepala putik, sedangkan pada gymnospermae merupakan peristiwa melekatnya serbuk sari pada bala biji.
1. Macam-macam penyerbukan
Macam penyerbukan dapat dibedakan berdasarkan asal serbuk sari dan faktor yang membantu proses penyerbukan.
a. Penyerbukan berdasarkan asal serbuk sari
Serbuk sari dapat berasal dari beberapa sumber. Berdasarkan asal serbuk sari, penyerbukan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu sebagai berikut :
1) Otogami
Otogami merupakan proses penyerbukan oleh serbuk sari yang berasal dari bunga yang sama (satu bunga). Pada saat otogami, dapat saja terjadi beberapa gangguan yang menghalangi pertemuan antara serbuk sari dan putik. Berikut ini beberapa istilah atau bentuk gangguan yang menghalangi penyerbukan.
  • Protandri, yaitu peristiwa serbuk sari yang matang lebih dulu dari pada putik
  • Protagini, yaitu peristiwa putik yang matang lebih dulu daripada serbuk sari
  • Serbuk sari tidak dapat sampai di kepala putik
2) Kleistogami
Kleistogami merupakan bagian dari otogami yang terjadi pada saat bunga belum mekar.
3) Geistonogami
Geistonogami merupakan proses penyerbukan oleh serbuk sari yang berasal dari bunga lain, tetapi masih dalam satu individu. Geistonogami disebut juga penyerbukan tetangga.
4) Alogami
Alogami atau xenogami merupakan proses penyerbukan oleh serbuk sari yang berasal dari individu lain, namun masih dalam satu jenis. Alogami disebut juga penyerbukan silang.
5) Penyerbukan bastar (hibridogami)
Penyerbukan bastar terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga pada tumbuhan lain yang berbeda jenisnya, atau sekurang-kurangnya mempunyai satu sifat berbeda.
Macam bastar :
  • Bastar antar kultivar (varietas). Contohnya antara mangga golek dengan mangga gadung.
  • Bastar antar jenis (spesies). Contoh antara mangga dengan kweni.
  • Bastar antar mangga (genus). Contoh cabai dengan terong.
b. Penyerbukan berdasarkan faktor penyebab sampainya serbuk sari di kepala putik,
penyerbukan dapat dibedakan sebagai berikut:
1) Anemogami
Anemogami adalah penyerbukan dengan bantuan angin. Anemogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran kecil; tidak mempunyai mahkota bunga atau mahkota bunganya berukuran kecil, mahkota bunga tidak berrvarna menarik atau berwarna seperti daun; tidak mempunyai kelenjar madu; tangkai bunga panjang. bunga terletak jauh di atas daun; serbuk sari kecil, sangat banyak, dan ringan sehingga mudah diterbangkan angin; kedudukan benang sari bergantungan, serbuk sarinya berhamburan jika digoyang; kepala putik besar, berbulu, tangkai putik terjulur ke luar, kepala putik menyembul keluar dari bunga sehingga mudah menangkap serbuk sari. Anemogami clapat terjadi pada rumputrumputan, padi, dan jagung.
2) Hidrogami
Hidrogami adalah penyerbukan dengan bantuan air. Hidrogami dapat terjadi pada Hydrilla sp, eceng gondok, dan teratai. Penyerbukan dengan bantuan air akan terjadi jika tubuh tanarnan terendam dalam air.
3) Zoidiogami
Zoidiogami adalah penyerbukan dengan bantuan hewan. Zoidiogami terjadi pada tumbuhan yang memiliki bunga dengan ciri-ciri: bunga berukuran besar; mahkota bunga berwarna mencolok dengan aroma khas; memiliki kelenjar madu; serbuk sari bersifat lengket (mudah melekat). Zoidiogami dapat terjadi pada jambu, mangga, jeruk, dan pepaya. Zoidiogami dibedakan berdasarkan jenis hewan yang membantu penyerbukan.

PERJANJIAN-PERJANJIAN PALING BERSEJARAH DI INDONESIA

Kita tahu bahwa kemerdekaan Negara Republik Indonesia ini , tidak lah mudah dan dengan mengalami berbagai perjuangan. Berikut adalah secara urut perjuangan RI yang dituangkan dalam berbagai perjanjian perjanjian bersejarah , yang akan menjadi motivasi kita untuk terus memajukan bangsa ini.
Berikut adalah mengenai perjanjian perjanjian yang paling penting yang pernah ada di Indonesia.
1.Perjanjian Bongaya tahun 1666 M , isi perjanjian : Raja Hasanuddin dari Makasar menyerah kepada VOC .

2.Perjanjian Jepara tahun 1676 M , isi perjanjian : Sultan Amangkurat 11 Raja Mataram harus menyerahkan pesisir Utara Jawa jika VOC menang dalam pemberontakan Trunojoyo.

3.Perjanjian Gianti tahun 1755 M , isi perjanjian : Kerajaan Mataram dibagi menjaid dua bagian yaitu Yogyakarta dan Surakarta.

4.Perjanjian Salatiga 1755 M , isi perjanjian : Surakarta dibagi menjaid dua bagian Kasunanan dan Mangkunegaran.

5.Perjanjian Kalijata tahun 1942 M , Isi perjanjian : Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang.

6.Perjanjian Linggar jati 25 Maret 1947 isi perjanjian : Belanda mengakui kedaulatan RI atas Sumatra, Jawa dan Madura.
dan Belanda bersama sama RI bekerja sama membentuk Negara Indonesia Serikat.

7.Perjanjian Renvile, 7 Januari 1948, isi perjanjian : RI mengakui daerah daerah yang diduduki Belanda pada Agresi 1 menjadi daerah Belanda.

8.Perjanjian Roem Royen 7 Mei 1949, isi perjanjian : Pemerintahan Indonesia akan diserahkan ke Yogyakarta . Indonesia dan Belanda akan segera mengadakan perundingan.

9.Perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB), 23 Agustus 1949, isi perjanjian : Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat dan Irian Barat akan diselesaikan setahun setelah pengakuan kedaulatan.

10.Perjanjian New York tanggal 5 Agustus 1962, isi perjanjian : Belanda menyerahkan Irian Barat kepada Indonesia melalui PBB. dan akan diadakan penentuan pendapat masyarakat Irian barat.
Setelah negara kita merdeka total , tinggal sikap kita untuk terus memajukan bangsa ini menjadi bangsa yang bersaing di dunia internasional.

7 BENTENG PENINGGALAN KOLONIAL


1. Fort Veredeburg
        Benteng ini terletak berseberangan dengan Gedung Agung, Yogyakarta. Benteng berbentuk persegi dan dikelilingi parit ini dibangun VOC pada tahun 1765. Tujuannya untuk mengawasi kegiatan di istana Mataram sekaligus melindungi kepentingan VOC. Untuk tujuan itu, benteng dilengkapi dengan ruangan pengintai dan kubu pertahanan di keempat sudutnya, yang memudahkan tentara VOC mengetahui gerakan musuh.

    2. Fort Rotterdam
       Benteng ini dibangun pada tahun 1545 oleh raja Gowa bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung. Bentang berbahan dasar tanah liat ini berbentuk persegi, dengan corak arsitektur Portugis. Modelnya sama dengan benteg di Eropa abad ke 16 dan 17. Setalah VOC berkuasa, benteng itu dibangun kembali dengan nama Fort Rotterdam. Pada masa itulah, benteng ini menjadi salah satu pusat perdagangan dan pemerintahan VOC di Indonesia bagian Timur.

  3. Fort Speelwijk
       Bentang ini terletak di Desa Kasemen, Serang, Banten. Benteng ini didirikan oleh VOC pada tahun 1685, pada tahun masa pemerintahan Sultan Banten Abu Nasr Abdul Qohhar. Dalam benteng ini dahulu terdapat ruang komandan, gereja, gudang senjata, kantor administrasi, toko-toko VOC, dan kamar dagang. Ruang pengintai terletak di atas tembok sebelah utara. Lingkungan benteng ditepi Sungai Cibanten dahulu merupakan tempat penarikan bea/pajak masuk bagi kapal-kapal yang singgah di pelabuhan Banten. Sebelah timur benteng terdapat komplek makam orang-orang Eropa.

    4. Fort Marlborough
       Benteng yang terletak di Bengkulu ini merupakan peninggalan Inggris. Benteng iini dibangun EIC pada tahun 1713-1719, atas perintah Gubernur Jenderal Joseph Callet. Benteng ini merupakan benteng terkuat kedua di Asia, setalah Fort George di Madras, India.

5.  Fort Vastenburg
        Sebelumnya benteng ini bernama Grootmoedigheid, didirikan oleh Gubernur Jenderal Baron van Imhoff pada tahun 1745 sebagai benteng pertahanan tentara VOC di wilayah Jawa Tengah. Benteng ini didirikan di pusat Surakarta, dekat dengan Keraton Kasunanan agar dapat lebih mudah mengawasi gerak-gerik Keraton Kasunanan Surakarta. Di era Nederlands Indie, benteng ini menjadi pelindung tempat kerja Gubernur Belanda (Soerakarta Gouverneure Kantoor).

    6. Fort de Kock
        Benteng ini dibangun di ketinggian kota Bukittinggi pada tahun 1825, sewaktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salaapan terhadap Belanda. Di sekitar benteng terdapat meriam-meriam dari abad ke-19. Benteng ini dimaksudkan untuk mengatasi Perang Paderi .

    7. Fort Victoria
       Benteng yang terdapat di Maluku ini didirikan oleh Portugis pada tahun 1575, lalu diambil alih Belanda pada tahun 1602. Kini banyak bagian dari bangunan yang sudah rusak, tetapi tembok yang menghadap ke teluk tetap terpelihara. Bangunan bagian dalam sudah diperbaiki untuk tempat para tentara. Dari benteng inilah, dikerahkan tentara Belanda untuk menumpas pemberontakan Saparua.

Sabtu, 01 November 2014

Penyerbukan pada Tanaman

Penyerbukan, atau polinasi (dari bahasa Inggris, pollination cf. pollen, "serbuk sari"), adalah jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik. Pada sebagian besar bunga, peristiwa ini berarti "jatuh pada bagian kepala putik". Penyerbukan merupakan bagian penting dari proses reproduksi tumbuhan berbiji.
Penyerbukan yang sukses akan diikuti segera dengan tumbuhnya buluh serbuk yang memasuki saluran putik menuju bakal biji. Di bakal biji terjadi peristiwa penting berikutnya, pembuahan.

Jenis penyerbukan

Abiotik
Polinasi abiotik mengacu pada situasi di mana penyerbukan dimediasi tanpa keterlibatan organisme lain. Hanya 10% dari tanaman berbunga diserbuki tanpa bantuan hewan. Bentuk yang paling umum dari penyerbukan abiotik, anemophily, adalah penyerbukan oleh angin. Bentuk penyerbukan dominan di rumput, konifer kebanyakan, dan pohon deciduous banyak. Hydrophily adalah penyerbukan oleh air, dan terjadi pada tanaman air yang melepaskan serbuk sari mereka langsung ke dalam air sekitarnya. Sekitar 80% dari semua penyerbukan tanaman biotik. Dalam gymnosperma, penyerbukan biotik umumnya insidental ketika itu terjadi, meskipun beberapa gymnosperma dan penyerbuk mereka saling disesuaikan untuk penyerbukan. Yang paling terkenal contoh mungkin adalah anggota dari Cycadales ketertiban dan spesies terkait kumbang. Conifera Kebanyakan anemophilous, mereka bergantung pada penyerbukan angin. Spesies abiotik diserbuki, 98% adalah anemophilous dan hydrophilous 2%, yang diserbuki oleh air.
Biotik
Lebih umum, proses penyerbukan membutuhkan penyerbuk: organisme yang membawa atau memindahkan serbuk sari dari anther ke bagian reseptif dari putik. Ini adalah penyerbukan biotik. Ciri-ciri berbagai bunga (dan kombinasinya) yang diferensial menarik satu jenis penyerbuk atau lain dikenal sebagai sindrom penyerbukan. Di alam liar ada sekitar 200.000 jenis hewan penyerbuk, yang sebagian besar adalah serangga.
Entomophily, penyerbukan oleh serangga, sering terjadi pada tanaman yang telah dikembangkan kelopak berwarna dan aroma yang kuat untuk menarik serangga seperti, lebah, tawon dan kadang-kadang semut (Hymenoptera), kumbang (Coleoptera), ngengat dan kupu-kupu (Lepidoptera), dan lalat ( Diptera).
Dalam zoophily, penyerbukan dilakukan oleh vertebrata seperti burung dan kelelawar, khususnya, Kolibri, sunbirds, spiderhunters, honeyeaters, dan kelelawar buah. Tanaman disesuaikan dengan menggunakan kelelawar atau ngengat sebagai penyerbuk biasanya memiliki kelopak putih dan aroma yang kuat, sedangkan tanaman yang menggunakan burung sebagai penyerbuk cenderung untuk mengembangkan kelopak merah dan jarang mengembangkan aroma (beberapa burung bergantung pada indra penciuman untuk menemukan makanan nabati ).
Penyerbukan Anthropophily oleh manusia, seringkali penyerbukan buatan yang digunakan dalam teknik hibridisasi.

Hubungan dengan pertanian

Di bidang pertanian
Manajemen Penyerbukan adalah cabang dari pertanian yang bertujuan untuk melindungi dan meningkatkan penyerbuk hadir dan sering melibatkan budaya dan penambahan penyerbuk dalam situasi monokultur, seperti kebun buah-buahan komersial. Acara penyerbukan terbesar dikelola di dunia adalah di kebun almond California, di mana hampir setengah (sekitar satu juta sarang) dari lebah madu AS truk ke kebun almond setiap musim semi. New York tanaman apel membutuhkan sekitar 30.000 sarang, tanaman blueberry Maine menggunakan sekitar 50.000 sarang setiap tahun.
Lebah juga dibawa ke penanaman komersial mentimun, labu, melon, stroberi, dan tanaman lainnya. Lebah madu bukan satu-satunya penyerbuk dikelola: beberapa spesies lain dari lebah juga dibesarkan sebagai penyerbuk. Lebah leafcutter alfalfa merupakan penyerbuk penting untuk benih alfalfa di barat Amerika Serikat dan Kanada. Bumblebees semakin dibesarkan dan digunakan secara luas untuk tomat rumah kaca dan tanaman lainnya. Well-diserbuki blackberry blossom mulai mengembangkan buah. Setiap drupelet baru jadi memiliki stigma sendiri dan penyerbukan yang baik membutuhkan pengiriman biji-bijian banyak serbuk sari ke bunga sehingga semua drupelets berkembang.
Pentingnya ekologi dan penyerbukan alami oleh serangga untuk tanaman pertanian, meningkatkan kualitas dan kuantitas. Pertanian sekitar hutan atau padang rumput liar dengan penyerbuk asli dekat tanaman pertanian, seperti apel, almond atau kopi dapat meningkatkan hasil mereka dengan sekitar 20%. Manfaat penyerbuk asli dapat meningkatkan hasil pertanian - contoh sederhana dari nilai ekonomi sebuah ekologi.
The American Institute of Biological Sciences melaporkan bahwa penyerbukan serangga asli menyimpan Amerika Serikat ekonomi pertanian hampir sekitar $ 3,1 miliar per tahun melalui produksi tanaman alami;. penyerbukan menghasilkan beberapa $ 40000000000 senilai produk setiap tahun di Amerika Serikat saja.
Penyerbukan tanaman pangan telah menjadi isu lingkungan, karena dua tren. Kecenderungan untuk sarana monokultur bahwa konsentrasi yang lebih besar dari penyerbuk yang dibutuhkan saat mekar daripada sebelumnya, namun daerah ini hijauan miskin atau bahkan mematikan bagi lebah untuk sisa musim. Kecenderungan lainnya adalah penurunan populasi penyerbuk, karena penyalahgunaan pestisida dan berlebihan, penyakit baru dan parasit lebah, penebangan tebang habis, penurunan peternakan lebah, pengembangan pinggiran kota, penghapusan pagar dan habitat lainnya dari peternakan, dan kepedulian masyarakat tentang lebah. Udara luas penyemprotan untuk nyamuk karena kekhawatiran West Nile menyebabkan percepatan hilangnya penyerbuk.
Solusi AS untuk kekurangan penyerbuk, sejauh ini, telah bagi peternak lebah komersial menjadi kontraktor penyerbukan dan untuk bermigrasi. Sama seperti menggabungkan pemanen mengikuti panen gandum dari Texas ke Manitoba, peternak lebah mengikuti mekar dari selatan ke utara, untuk memberikan penyerbukan untuk tanaman yang berbeda.

Pengertian Tasamuh dan Tawadhu

1. TASAMUH
Dalam bahasa Arab arti tasamuh adalah "sama-sama berlaku baik, lemah lembut dan saling pemaaf." Dalam pengertian istilah umum, tasamuh adalah "sikap akhlak terpuji dalam pergaulan, di mana terdapat rasa saling menghargai antara sesama manusia dalam batas-batas yang digariskan oleh ajaran Islam."
Menurut bahasa berarti tenggang rasa, sedangkan menurut istilah Tasamuh berarti menghargai sesama. Ada yang bilang maksud dari Tasamuh/toleransi adalah bersikap menerima dan damai terhadap keadaan yang dihadapi, misalnya toleransi dalam agama, maksudnya antar agama saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing tidak saling menganggu.
Dan ada juga yang bilang bahwa Tasamuh atau toleransi adalah sikap menghormati orang lain untuk melaksanakan hak-haknya. Kita tidak boloeh memandang rendah suku bangsa, agama, atau kebudayaan daerah lain, apalagi bersikap menghina, membenci, atau memusuhinya.
Selain itu makna tasamuh juga dapat diartikan sabar menghadapi keyakinan-keyakinan orang lain, pendapat-pendapat mereka dan amal-amal mereka walaupun bertentangan dengan keyakinan dan batil menurut pandangan, dan tidak boleh menyerang dan mencela dengan celaan yang membuat orang tersebut sakit dan tersiksa perasaannya. Asas ini terkandung dalam banyak ayat Al-Qur'an diantaranya:
"Dan janganlah kalian mencela orang-orang yang berdo'a kepada selain Allah, yang menyebabkan mereka mencela Allah dengan permusuhan dengan tanpa ilmu. Demikianlah Kami menghiasi untuk setiap umat amalan mereka, lalu Dia mengabarkan kepada apa yang mereka lakukan". (QS.Al-An'am:108)
2. TAWADHU
Bersabda Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewahyukan kepadaku: “Bertawadhu’lah hingga seseorang tidak menyombongkan diri terhadap lainnya dan seseorang tidak menganiaya terhadap lainnya.(HR. Muslim).
Rasulullah SAW bersabda, “Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim)
Ibnu Taimiyah, seorang ahli dalam madzhab Hambali menerangkan dalam kitabnya, Madarijus Salikin bahwa
tawadhu ialah menunaikan segala yang haq dengan bersungguh-sungguh, taat menghambakan diri kepada Allah sehingga benar-benar hamba Allah, (bukan hamba orang banyak, bukan hamba hawa nafsu dan bukan karena pengaruh siapa pun) dan tanpa menganggap dirinya tinggi.
Tanda orang yang tawadhu’ adalah disaat seseorang semakin bertambah ilmunya maka semakin bertambah pula sikap tawadhu’ dan kasih sayangnya. Dan semakin bertambah amalnya maka semakin meningkat pula rasa takut dan waspadanya. Setiap kali bertambah usianya maka semakin berkuranglah ketamakan nafsunya. Setiap kali bertambah hartanya maka bertambahlah kedermawanan dan kemauannya untuk membantu sesama. Dan setiap kali bertambah tinggi kedudukan dan posisinya maka semakin dekat pula dia dengan manusia dan berusaha untuk menunaikan berbagai kebutuhan mereka serta bersikap rendah hati kepada mereka.. Ini karena orang yang tawadhu menyadari akan segala nikmat yang didapatnya adalah dari Allah SWT, untuk mengujinya apakah ia bersykur atau kufur.
Perhatikan firman Allah berikut ini : “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.” (QS. An Naml: 40).”
Berikut beberapa ayat-ayat Al Quran yang menegaskan perintah Allah SWT untuk senantiasa bersikap tawadhu’ dan menjauhi sikap sombong, sebagai berikut :
”Dan janganlah kalian berjalan di atas bumi ini dengan menyombongkan diri, karena kalian tidak akan mampu menembus bumi atau menjulang setinggi gunung” (QS al-Isra-37).
Firman Allah SWT lainnya: ”Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menginginkan kesombongan di muka bumi dan kerusakan di (muka) bumi. Dan kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa (QS al-Qashshash-83.)
Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
(QS. Al Furqaan: 63)
Tidak diragukan lagi bahwa Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong. (QS: an-Nahl: 23)
Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit
dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS: al-A’raf: 40)
Dan apabila dikatakan kepadanya: “Bertakwalah kepada Allah”, bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. (QS.Al-Baqarah : 206)
Berikut beberapa contoh Ketawadhu’an Rasulullah SAW
1 Anas ra jika bertemu dengan anak-anak kecil maka selalu mengucapkan salam pada mereka, ketika ditanya mengapa ia lakukan hal tersebut ia menjawab: Aku melihat kekasihku Nabi SAW senantiasa berbuat demikian. (HR Bukhari, Fathul Bari’-6247).
2. Dari Anas ra berkata: Nabi SAW memiliki seekor unta yang diberi nama al-’adhba` yang tidak terkalahkan larinya, maka datang seorang ‘a’rabiy dengan untanya dan mampu mengalahkan, maka hati kaum muslimin terpukul menyaksikan hal tersebut sampai hal itu diketahui oleh nabi SAW, maka beliau bersabda: Menjadi haq Allah jika ada sesuatu yang meninggikan diri di dunia pasti akan direndahkan-Nya. HR Bukhari (Fathul Bari’-2872).
3. Abu Said al-Khudarii ra pernah berkata: Jadilah kalian seperti Nabi SAW, beliau SAW menjahit bajunya yang sobek, memberi makan sendiri untanya, memperbaiki rumahnya, memerah susu kambingnya, membuat sandalnya, makan bersama-sama dengan pembantu-pembantunya, memberi mereka pakaian, membeli sendiri keperluannya di pasar dan memikulnya sendiri ke rumahnya, beliau menemui orang kaya maupun miskin, orang tua maupun anak-anak, mengucapkan salam lebih dulu pada siapa yang berpapasan baik tua maupun anak, kulit hitam, merah, maupun putih, orang merdeka maupun hamba sahaya sepanjang termasuk orang yang suka shalat.
Dan beliau SAW adalah orang yang sangat rendah hati, lembut perangainya, dermawan luar biasa, indah perilakunya, selalu berseri-seri wajahnya, murah senyum pada siapa saja, sangat tawadhu’ tapi tidak menghinakan diri, dermawan tapi tidak berlebih-lebihan, mudah iba hatinya, sangat penyayang pada semua muslimin. Beliau SAW datang sendiri menjenguk orang sakit, menghadiri penguburan, berkunjung baik mengendarai keledai maupun berjalan kaki, mengabulkan undangan dari para hamba sahaya siapapun dan dimanapun. Bahkan ketika kekuasaannya SAW telah meliputi jazirah Arabia yang besar datang seorang ‘A’rabiy menghadap beliau SAW dengan gemetar seluruh tubuhnya, maka beliau SAW yang mulia segera menghampiri orang tersebut dan berkata: Tenanglah, tenanglah, saya ini bukan Raja, saya hanyalah anak seorang wanita Quraisy yang biasa makan daging kering. (HR Ibnu Majah-3312 dari abu Mas’ud al-Badariiy)
Berbicara lebih jauh tentang tawadhu’, sebenarnya tawadhu’ sangat diperlukan bagi siapa saja yang ingin menjaga amal shaleh atau amal kebaikannya, agar tetap tulus ikhlas, murni dari tujuan selain Allah. Karena memang tidak mudah menjaga keikhlasan amal shaleh atau amal kebaikan kita agar tetap murni, bersih dari tujuan selain Allah. Sungguh sulit menjaga agar segala amal shaleh dan amal kebaikan yang kita lakukan tetap bersih dari tujuan selain mengharapkan ridha-Nya. Karena sangat banyak godaan yang datang, yang selalu berusaha mengotori amal kebaikan kita. Apalagi disaat pujian dan ketenaran mulai datang menghampiri kita, maka terasa semakin sulit bagi kita untuk tetap bisa menjaga kemurnian amal shaleh kita, tanpa terbesit adanya rasa bangga dihati kita. Disinilah sangat diperlukan tawadhu’ dengan menyadari sepenuhnya, bahwa sesungguhnya segala amal shaleh, amal kebaikan yang mampu kita lakukan, semua itu adalah karena pertolongan dan atas ijin Allah SWT.
Tawadhu’ juga mutlak dimiliki bagi para pendakwah yang sedang berjuang meninggikan Kalimatullah di muka bumi ini, maka sifat tawadhu’ mutlak diperlukan untuk kesuksesan misi dakwahnya. Karena bila tidak, maka disaat seorang pendakwah mendapatkan pujian, mendapatkan banyak jemaah, dikagumi orang dan ketenaran mulai menghampirinya, tanpa ketawadhu’an, maka seorang pendakwah pun tidak akan luput dari berbangga diri atas keberhasilannya.