Sejarah
- Bambu
Bambu merupakan pohon yang termasuk
beraneka ragam jenis dan fungsinya, bahkan sebuah Negeri yang kita cintai ini
berhasil di rebut kembali dari Penjajah oleh bambu runcing, yang di jadikan
senjata utama oleh para Pejuang dulu. Waktu demi waktu, jama sudah berubah pun
dari Era Tradisional, sampai sekarang yang di di sebut jaman Moderen pun,
fungsi bambu masih kita pakai, bahkan semakin meningkat dengan adanya
tangan-tangan trampil, diantaranya tidak sedikit sebuah cafe yang terkenal,
gedung, atau bahkan hotel dan apartemen menggunakan arsitek bangunannya dari
bambu.
Mungkin selain ingin meneruskan sebuah tradisi dari keluarga saya yang berasal
dari keluarga Anyaman. Saya pribadi berinisiatif mengangkat sebuah seni yang
berasal dari bahan bambu, yaitu Anyaman, dan sanya yakin seni dari bambu tidak
akan silam di telan jaman, bisa saya buktikan seni music diantaranya yang dari
bamboo seperti Angklung, sekarang sudah terkenal sampai Luar Negri. Tidak
menutup kemungkinan seperti yang saya bahas ini yaitu Ayaman bisa seperti
Angklung, bahkan lebih mungkin, sampai terkenal ke Negara tetangga dan bahkan
terkenal di seluruh dunia, di suatu saat nanti itu yang saya harapkan.
- Anyaman
Anyaman merupakan sebuah tradisi
yang sifatnya turun temurun, dan juga merupakan sebuah hobi, atau sebuah
kerjaan sampingan, bahkan sampai pekerjaan pokok untuk menghidupi anak istri.
Akan tetapi waktu demi waktu anyaman semakin meningkat permintaanya di pasaran.
Sampai harganya pun lebih mahal di banding dengan produk bahan bangunan yang
termasuk bahan bangunan modern. Kenapa? Karna di samping pembuatanya secara
manual, tahan produknya pun bisa puluhan tahun.
Macam-macam Ayaman
a.
Anyaman Tunggal
- Ayaman tunggal yaitu ayaman yang dibuat secara
tungal/satu-satu di anyamnya. Ayaman ini bisa di gunakan untuk membuat
kerajinan:
- -
Saringan
- -
Tampan/Cetakan pembuata Tahu
- -
Cerangka dll
b. Anyaman bilik
- Ayaman bilik yaitu: anyaman yang di buat/disilang
secara berurutan dengan melewati/menganyamnya dua-dua. Ayaman ini bisa di
gunakan untuk membuat
- -
Bilik
- -
Nyiru/tampan alat napi beras dan padi
- -
Kombinasi di anyaman kerajinan yang lain.
c. Anyaman terateai
- Anyaman teratei yaitu sebuah anyaman yang sangat unik
dan indah, berfungsi untuk membuat bilik bangunan/gubuk dengan harapan
hanya sekedar sebuah seni bangunan.
d. Ayaman Bunga Cengkih dll
- Jenis ayaman ini bisa kita jumpai di beberapa anyaman
seperti kipas, tolok/kecempeh, bakatul/sangku, dll
Bahan-bahan
- Bambu
- Kayu
- Tali rotan
- Tali dari plastik
Alat
- Regaji
- Golok
- Pisau Raut
- Jara/Paku
Cara
Pengambilan bambu
- Pertama-tama kita hati-hati, waspada, penuh
pertimbangan, dan tanggungjawab.
- Pastikan kita memilih bambu yang muda dan tidak terlalu
tua
- Tidak semua bambu bisa kita pakai untuk membuat
anyaman, karna jenis bambu sangat banyak dan fungsinya pun berbeda-beda,
di sini yang kita pilih untuk anyaman adalah Bambu Tali.
- Cari bambu yang ujung dan rantingnya tidak menyatu
dengan bambu lain, karna untuk memudahkan kita nanti menarik pohonnya.
- Bersihkanlah ranting-ranting yang sekiranya menghalangi
langkah kita karna di kebun bambu biasanya di pakai sarang ular.
- Perhatikan buku bambu harus panjang ukuran dagingnya
sekitar 40-50 cm, hal ini membantu kita mempermudah mengolah bambu dan
dalam menganyamnya nanti.
- Sesudah di pastikan bambu pas umur dan panjangnya buat
di jadikan kipas sebelum kita tebang.
- Ketika kita menebang harus memperhatikan arah pohonnya
dan dari dagu pohon bambu itulah kita di sarankan memulai pemotongannya,
agar bambu bisa jatuh mengarah kepada arah condongnya. Jangan coba-coba
sampai memotong dari arah pundak/arah atas badan bambu. Karna memang
pundak bambu sepintas enak dan nyaman di potongnya tapi kalau kita potong
pundaknya akan langsung membelah dan mengarah wajah kita, peristiwa ini
sering terjadi karna akan kurangnya ke waspadaan kita, akibatnya wajah
kita yang jadi sasaran bambu. Maka dari itu di sarankan hati-hati dan
waspadalah ketika menebang bambu.
- Sesudah pohon bambu jatuh, kita membersihkan
rantingnya, sampai ke ujung yang sekiranya tidak terpakai.
- Bagian yang kita ambil untuk membuat anyaman adalah
bagian tengahnya, karna dari bagian itulah yang paling bagus dan cocok
untuk membuat anyaman, tapi kalau kita mengambil bagian pohon bambu yang
puhunya kita pasti kesulitan karna di bagian itu sangat keras dan biasanya
pendek ukuran bukunya.
Macam-macam bambu dan fungsinya
- Bambu Tali
Untuk membuat berbagai anyaman, bahan bangunan, bahan membuat tangga, bahan
pembuatan tali/pengikat kayu bakar, pagar, sasak, tiang dll
- Bambu Gombong
Bambu gombong merupakan bambu yang termasuk kelas bambu besar dan panjang
ukurannya di banding dengan bambu yang lain, dan ini fungsinya untuk bangunan,
pembuatan pagar rumah merupakan hal yang bagus karna konstruksi urat bambunya
sangat rapih dan gampang di atur, untuk bahan tiang ini juga sering di pakai
karna selain besar, dia juga kokoh dan tahan cuasa. Untuk bahan keramba ikan,
untuk bahan reng genteng atap rumah, dan uniknya walaupun ukuranya besar tapi
enak kalau di makan di jadikan sayur.
- Bambu Tamiang
Bambu tamiang merupakan bambu yang hidupnya mayoritas tidak di pelihara dan
banyak di jumpai di pinggir-pinggir sungai sepanjang pulau jawa. Biasanya para
petani menggunakannya untuk bangunan, bahan saung sawah, dan mayoritas
kelebihan bambu ini suka si buat bahan Tanggungan/ di Bahasa Sunda di sebut
istlah Rancatan/alat untuk memikul. Dan masayrakat menggunakannya di jadikan
untuk sayuran bagi bambu yang masih kecil kira-kira berukuran pendek sekitar
10cm-30cm.
- Bambu Bareg-beg
Bambu ini merupakan bambu yang panjang ukuran bukunya, kecil, dan hidupnya sama
seperti bambu tamiang di tepi sungai. Fungsi bambu ini karna ukurannya kecil
dan panjang, untuk gantar, untuk senjata sumpit, untuk bahan tempat jemuran
baju kalau di pedesaan, dan para seniman music mereka memanfaatkan untuk bahan
suling dan hiasan yang di buat dari bambu.
- Bambu Haur Geulis/
Bambu Teumen
Ini merupakan bambu yang struktur pohonnya kelihatan bagus dan rapih, maka
masyarakat menyebutnya dengan bambu haur geulis, fungsi bambu ini masyarakat
menggunakan untuk bahan pancingan, tangga, gantar, tongkat untuk anak-anak
Pramuka, dan kalau masih kecil masyarakat memanfaatkannya untuk sayuran.
- Bambu Haur Kuning
Jenis bambu ini berbeda dengan bambu yang umumnya, karna selain warnanya kuning
dia juga ada hokum mitosnya, konon bambu ini merupakan sebuah senjata
yang sangat ampuh dan pernah di gunakan dulu oleh para pejuang kita, dan pada
masyarakat sekarang ini sebuah senjata yang di gunakan untuk menaklukan orang
jahat yang menggunakan ilmu Rawa Rontek yaitu sebuah ilmu yang bisa
menyambungkan kembali organ yang di potong, atau ilmu yang lain dan biasa di
gunakan oleh orang-orang jahat, bambu inilah senjata ampuh yang bisa menaklukan
hal tersebut. Di era modernisasi sekarang bambu ini di jadikan hiasan halaman,
atau hiasan sebuah kafe, bahkan hiasan sebuah apartemen sekalipun, memang
indah, menarik bentuknya. Di samping ini semua bambu ini merupakan bambu yang
enak di konsumsi, ketika masih kecil.
- Bambu Hitam
Bambu macam ini merupaka bambu yang popular dan sering kita jumpai di berbagai
kesenian, hal tersebut tidak aneh karna bambu ini merupakan bambu yang indah,
dan unik, mayoritas di pergunakan untuk bermacam-macam seniman, bahan bangunan,
bahan membuat angklung, calung, anyaman pun sering kita lihat sebuah kafe dan
restoran yang menggunakan bangunan tradisional anyaman bilik, tiang dll memakai
bambu hitam yang di ukir sedemikian rupa.
Pengolahan bambu
- Bambu yang sudah di tebang kita potong perbuku dengan
menggunakan regaji supaya rapih hasilnya, dan usahakan jangan dengan
bukunya kita ambil dagingnya saja.
- Setelah di potong kita bersihka hinis/kulit yang
bisa melukai kulit kita
- Usahakan pengerikan kulit tadi sama rata dan rapih
- Setelah beres perngerikan baru kita memulai pembelahan
dan pengirisan, kita sesuaikan saja dengan besar kecilnya bulatan bambu
- Setelah pengirisan lalu kita keringkan bisa dengan
sinar matahari atau kita bisa dengan cara di ganggang di atas tumpu
- Sesudah kira-kira kering rata kita sebit dengan
menggunakan pisau raut/pisau lain asalkan tajam, dan di usahakan pisaunya
tipis tapi keras. Dari sinilah kita di tuntut harus hati-hati karna banyak
yang gagal dan urat bambu biasanya susah di sebit kalau kita belum biasa
- Kita sebit dengan ukuran tipis agar kipasnya lenrut dan
mudah untuk di anyamnya
- Kemudian kita lihat apakah masih perlu pengeringan atau
tidak, caranya kita coba raut/bersihkan bulu-bulu pori-pori daging bambu,
kalau kelihatan sudah kering maka kita teruskan saja raut, tapi kalau
bulunya masih mengembag dan susah di bersihkannya itu berarti masih perlu
pengeringan.
- Perautan. Dalam perautan/perapihan terakhir ini kita
memerlukan sekil yang harus hati-hati karna sama seperti pengirisan tadi
pasti banyak yag terbuang karna selain bamboo sudah kering, dan tipis maka
pasti sering kita terpotongnya,
- Dalam proses perauta kita menggunakan tangan atau paha
kita.
- Gunakan kain di tangan dan paha kita agar tidak
terkena irisan/terusuk oleh pori-pori bamboo.
- Bahan anyaman kita ikat agar tidak berantakan
- Setelah beres peralatan kita menuju ke anyaman
Cara menganyam
- Jangan kaku
- Tidak cepat bosan/putus asa
- Sebaiknya kita menganyam di lantai yang datar
- Dekatkan bahan anyaman yang sudah kita ikat rapi
- Simpan ikatan itu di samping kita untuk mempermudah
pengambilan bahan
- Gunakan alas duduk yang tidak terlalu tinggi dengan
lantai
- Lengkapi dengan music clasik/radio yang mengiringi kita
dalam menganyam agar tidak cepat ngantuk/bosan.
- Penganyaman kipas ini berbeda dengan menganyam bilik,
tolombong, tampan, atau yang lainnya. Karna caranya di balik agar kedua
sisinya kelihatan rapih dan tidak ada ujung anyamannya.
- Pertama kali memuai menganyam kita siapkan dua helai
irisan bamboo yang satu bagian dagingnya, nyang satu hinisnya atau lebih
baik duanduanya memakai hinis agar kelihatan hasilnya rapih
- Untuk sumbu tengah kita perlu yang panjang
- Sumbu yang satunya di zig-zag ukurannya agar nanti pas
kita balikan cukup untuk ukuran di anyamkan
- Kita membuat sudutnya dengan menyilangka dan melipat
secara sejajar dengan bagian yang kita buat untuk sumbu tengah dengan cara
menambah bahan anyaman.
- Cara menganyam ini tidak lepas dengan hitungan
satu-tiga-satu sampai seterusnya, dan yang ke sampingnya jangan salah
jumlah anyamannya dua.
- Lakukan itu dengan berulang-ulang sampai hasilnya
menjadi segitiga, dan sampai kira-kira kita sudah pas untuk membalikan
anyaman itu.
- Perhatikan pas kita mau membalikan anyaman jangan salah
dan jangan lupa akhir penganyaman kita akhiri dengan kitungan satu, agar
rapih hasilnya, berbeda dengan kita letakan dengan tiga, hasilnya akan
terlihat tidak rapih.
- Lalu kita saatnya membalikan anyaman kita dengan cara
melipat ujung terakhir yang kita anyamkan, dan menganyanya kembali ke
bagian tengahnya sampai ujung
- Lakukan selanjutnya dengan cara yang sama, sampai pada
akhirnya akan jadi dan siap untuk diproses selanjutnya.
Pengambilan kayu
Fungsi kayu disini yaitu untuk dijadikan sebagai gagang kipas, dan untuk
penjepit ujung anyaman. Kayu yang kita perlukan tidak susah, ranting pohon pun
bisa dijadikan sebagai gagang kipas, akan tetapi cara pembelahanya harus ekstra
hati-hati, karna akan mempengaruhi kerapian.
Yang disarankan untuk bahan kayu yaitu:
- Albasia karan struktur
kayunya lembut dan mudah untuk kita gergaji/di belah, akan tetapi mudah untuk
patah.
- Mahuni, jenis kayu ini
memang keras dan lentur, aka tetapi kuat untuk dijadikan gagang dan rapi
kelihatannya, di sarankan cara pembelahanya kita menggunakan gergaji karna urat
kayu didalamya sangat rapat dan susah di belah.
- Afrika, kayu ini memang
jarang di gunakan karna jarang di temui, tapi bahannya bagus karena mayoritas
pohon dan rantingnya lurus, kayu ini hampir sama dengan mahuni, tapi kalau kita
bandingkan lebih keras mahuni, dan terdapat serabut di dalamnya.
- Salam, jenis kayu ini
sangat keras dan berat, akan tetapi mudah untuk di belah. Mayoritas tumbuhnya
di tepi sungai dan jarang manusia menanamnya secara sengaja jadi tumbuhnya
dengan alam/burung/ tapi kebanyakannya oleh kelelawar karna buahnya yang di
makan oleh kelelawar dan kalong.
Pengambilan rotan
Rotan digunakan untuk bahan tali, bisa juga untuk gagang, ada juga untuk
kerajinan lain seperti membuat kursi, meja, dll.
Di sini saya akan membahas cara pengambilanya. Karna rota berbeda dengan
tumbuhan yang lain rotan merupakan tumbuhan yang di penuhi oleh duri di seluruh
pohonnya, sampai ke daunnya juga di penuhi. Kaka dari itu tatkala kita mau
mengambilnya harus ektra hati-hati.
Alat yang di perlukan:
- Golok/Pisau Besar merupakan alat yang utama di dalam
pengambilan rotan, golok bisa untuk menebang, memotong, bahkan sampai
melupas kulit rotan
- Gergaji fungsinya untuk memotong rotan yang ukuran
besar
- Kayu/tongkat yang bercabang merupakan senjata kita
untuk menghindari duri yang menyentuh ke badan kita ketika kita lagi
menebang rotan, dan berfungsi untuk memukul-mukul semak-semak tatkala kita
memulai memasuki rimbunan rotan, agar hewan (ular, kalajengking dll), bisa
kita takut-takuti dengancara memukul-mukul semak-semaknya.
- Api untuk membakar duri rotan, yang hendak kita kupas
kulitnya, dan daunnya yang sudah kita tebang. Fungsi api juga untuk
membentuk ukuran/bentuk yang kita inginkan dalam membuat kerajinan lain.
Pengolahan rotan
Sesudah kita mendapatkan pohon rotan yang kita ambil, maka untuk pengolahan
rotan bahan untuk membuat tali anyaman memerlukan beberapa proses:
- Proses penyebitan/pembelahan rotan di bagai-bagi
samppai beberapa bagian
- Ketika kita membelahnya dan membaginya harus ektra
hati-hati
- Setelah membaginya kita gulung dan ikat
- Usahakan dua minggu di rendam di kolam, agar lebih
lentur dan tidak mudah putus, serta agar awet harus lebih lama di
rendamnya.
- Setelah perendaman maka kita mengeringkan dengan cara
di jemur
- Setelah pengeringan kita baru menuju ke prautan.
Pembagian/penyobekan tali dari
plastik
Tali yang berasal dari pelastik biasanya berasal dari tali yang bekas
pengepakan barang, bukan sejenis rapia. Pembegaian/penyobekan dalam pelastik
juga kita harus hati-hati dengan menggunakan pisau/kater.
Fungsinya sama untuk mengikat tali antara kayu dan anyaman.
Pengikatan/pemasangan tali pada kayu dan anyaman kipas
Perta-tama kita rapihkan dulu anyaman yang sebelah atas kipas, dengan cara di
potong dengan rapi, supaya rapi kita memerlukan alat
- Golok
- Kayu bertali
- Kayu yang persegi, untuk memotong secara lurus dan
menjepitnya.
Setelah rapi baru kita masukan hasil
anyaman ke kayu bahan gagangan itu, dan yang sudah di belah secara rapi tadi.
Di sisi kita memerlukan paku yang di kasih gagang fungsinya untuk membuat
lubang tali pada anyaman. Setelah itu kita ikat dulu untuk ikatan sementara
dengan mengguakan tali bambu, agar ketika kita mengikat dengan tali
rotan/plastic kayu dan anyaman tidak terpisah/acak-acakan.
Dalam proses pengikatan/tali berbeda dengan mengikat benda lain disini, talinya
selain harus panjang, kita juga dalam penalian disarankan tidak memutuskan
tali, karna agar kokoh, tidak mudah lepas dan rapi hasilnya.
Fungsi/Kegunaan Kipas dari Bambu
Diantataranya:
- Ciri khas adat (adat sunda)
- Di sebuah adat memang erat kaitannya baik dari segi
kesenian, bahasa, samapi alat-alat rumah tangga sekalipun, ini penting dan
merupakan dari cirri has adat itu sendiri, kalau di Kota Bandung itu ada
tempat yang namanya yaitu Musium Sri Baduga, disana terdapat sebuah
cirri-ciri has Adat Sunda yang kumplit, diantaranya yaitu alat-alat masak
seperti Anyaman Kipas.
- Untuk alat-alat masak dalam rumah tangga (menanak
nasi)
- Di pedesaan seperti daerah Tasikmalanya, Ciamis, Garut,
kipas ini sebagai alat rumah tangga, dan fungsinya untuk menanak nasi, dan
mendinginkan makanan.
- Untuk pembakaran sate
- Pedagang sate mayoritas menggunakan alat tradisional,
dari muali jenis arangnya, kipasnya, agar kualitas aroma dan rasanya.
- Untuk menghilangkan rasa gerah
- Di pedesaan biasanya menghilangka rasa gerah dengan
menggunakan anyaman kipas, selain bernilai ekonomis mereka juga bisa
sambil duduk bercanda gurau di depan rumah, atau sabil ngopi, setelah
seharian menguras tenaga, pulang dari sawah.